BERIKABARNEWS l – Alphabet, perusahaan induk Google, meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Gemini 4 Carbon, pada Rabu (28/10/2026). Model ini dirancang untuk menyasar kebutuhan perusahaan (enterprise) dan pengembang perangkat lunak (developer), terutama dalam menangani pekerjaan teknis yang kompleks.
Peluncuran Gemini 4 Carbon dilakukan sekitar dua minggu setelah Google memperkenalkan Gemini 4 Argon. Kehadiran model baru ini menjadi bagian dari upaya Google memperluas ekosistem AI sekaligus bersaing dengan perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Anthropic.
Meski menawarkan peningkatan kemampuan teknis, Google menetapkan harga Gemini 4 Carbon sama dengan tarif pengenalan Gemini 4 Argon.
Baca Juga : Riset METR Temukan Celah Keamanan OpenAI pada Sistem Pengawasan AI
Google mematok biaya penggunaan Gemini 4 Carbon sebesar USD 2 per juta token untuk input dan USD 10 per juta token untuk output. Dengan demikian, tarifnya setara dengan harga pengenalan Gemini 4 Argon.
Rinciannya sebagai berikut:
- Input token: USD 2 atau sekitar Rp31.000 per juta token.
- Output token: USD 10 atau sekitar Rp157.000 per juta token.
Pada tahap awal, akses Gemini 4 Carbon masih dibatasi melalui Google Fairwind Program. Model ini hanya tersedia bagi kelompok pakar keamanan siber yang telah dipilih.
Pembatasan tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada Google untuk menguji kemampuan model sekaligus memperkuat sistem pengaman sebelum aksesnya diperluas ke pasar korporasi.
Gemini 4 Carbon dikembangkan untuk menangani tugas rekayasa perangkat lunak (software engineering) yang rumit dan membutuhkan waktu pengerjaan panjang. Salah satu fokus utamanya adalah bidang keamanan siber (cybersecurity).
Google mengklaim model ini mampu menghasilkan kode yang aman dengan tingkat keberhasilan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gemini 4 Argon berdasarkan pengujian internal perusahaan.
Baca Juga : Anthropic Usulkan RUU Keamanan AI untuk Perketat Pengawasan
Selain kemampuan pemrograman, Gemini 4 Carbon diklaim memiliki performa mutakhir dalam mendeteksi kerentanan sistem, melakukan pengujian eksploitasi, serta menerapkan perbaikan perangkat lunak (software patching) secara otomatis.
Kemampuan tersebut ditujukan untuk membantu pekerjaan teknis yang membutuhkan analisis mendalam, khususnya dalam pengembangan perangkat lunak dan pengujian keamanan sistem.
Pembatasan akses melalui Google Fairwind Program menjadi bagian dari pendekatan Google dalam menguji kemampuan dan keamanan Gemini 4 Carbon sebelum model tersebut tersedia lebih luas.
Fokus pada rekayasa perangkat lunak dan keamanan siber menempatkan Gemini 4 Carbon sebagai salah satu model yang ditujukan untuk kebutuhan teknis tingkat lanjut di lingkungan perusahaan dan pengembang.
Dengan harga yang setara dengan Gemini 4 Argon, Google menawarkan model dengan fokus kemampuan berbeda untuk memperluas pilihan AI bagi pengguna profesional.*
