BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Inovasi GEO MANGROVE RB-5 mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) karena dinilai mampu menjadi solusi dalam mengatasi abrasi pantai sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026). Momen ini menjadi ajang memperkenalkan inovasi lokal yang menggabungkan teknologi perlindungan pantai dengan rehabilitasi ekosistem mangrove.
GEO MANGROVE RB-5 merupakan teknologi pemecah gelombang berbahan limbah ban bekas yang dipadukan dengan metode penanaman mangrove. Teknologi ini dikembangkan untuk mengurangi abrasi pantai, mempercepat pemulihan kawasan pesisir, sekaligus memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, Krisantus Beri Semangat Anak Binaan LPKA Kubu Raya
Sekda Kabupaten Kubu Raya menilai GEO MANGROVE RB-5 sebagai langkah nyata dalam melindungi garis pantai dari ancaman abrasi. Menurutnya, inovasi ramah lingkungan tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai solusi berkelanjutan bagi kawasan pesisir.
Dukungan serupa juga diberikan BWSK I. Instansi tersebut mengapresiasi konsep yang memadukan perlindungan fisik pantai dengan rehabilitasi ekosistem mangrove. Pendekatan tersebut dinilai inovatif dan memiliki peluang besar untuk diterapkan lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor.

Penggagas GEO MANGROVE RB-5, Rudi Hartono, S.Pd., yang akrab disapa Rudi Bacok, mengatakan apresiasi dari pemerintah daerah dan instansi teknis menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi tersebut.
“Saya berharap inovasi GEO MANGROVE RB-5 dapat menjadi wadah kolaborasi bersama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan berbagai mitra lainnya. Dukungan serta pendampingan dari berbagai pihak akan sangat berarti agar inovasi ini memberikan manfaat luas bagi perlindungan pesisir, khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Rudi Hartono.
Baca Juga : Hadiri BIHAS 2026, Bupati Sujiwo Bidik Pasar Halal hingga Pengaktifan TBI
Menurut Rudi, GEO MANGROVE RB-5 tidak hanya berfungsi sebagai pemecah gelombang untuk mengurangi abrasi pantai, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain membantu melindungi garis pantai, teknologi ini mampu mempercepat rehabilitasi kawasan mangrove, meningkatkan potensi penyerapan karbon biru (blue carbon), serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui keterlibatan dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, GEO MANGROVE RB-5 diharapkan menjadi salah satu inovasi yang mampu memperkuat perlindungan kawasan pesisir di Kalimantan Barat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan.*
