BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam mendukung kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, pembangunan SDM bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua, pendidik, orang tua, dan masyarakat, memiliki peran penting dalam menumbuhkan generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ujarnya saat membuka seminar parenting yang diselenggarakan Yayasan Majelis At Turots Al Islamy Ponpes Islamic Centre Bin Baz Al Mukarromah di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (24/1/2026).
Bahasan menilai kegiatan seminar semacam ini sangat relevan di tengah tantangan era digital yang memengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak. Informasi yang mudah diakses melalui media sosial, jika tidak diimbangi pendidikan karakter yang kuat, berpotensi mengikis nilai-nilai moral generasi muda.
Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mendidik anak di era media sosial. Menurutnya, pendekatan pendidikan harus dilandasi kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan, agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus digital.
“Jangan sampai kita berbicara tentang generasi emas, tapi yang kita hasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter. Pendidikan harus menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi terbaik bagi bangsa,” tegas Bahasan.
Wakil Wali Kota juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang kini mencapai angka 82,80. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk peran lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
“IPM kita sudah cukup tinggi, ini patut disyukuri. Namun tantangan ke depan tentu semakin besar. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter harus terus berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga : Bahasan Harap Persipon Tampil Maksimal di Liga 4 Kalbar
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga menyoroti peran strategis pondok pesantren dalam menjaga keberlanjutan pendidikan, bahkan di masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19. Ia menilai pesantren telah membuktikan ketangguhannya sebagai lembaga yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Saat pandemi, banyak sekolah harus berhenti atau sepenuhnya daring. Namun pesantren tetap bertahan dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa pesantren punya daya tahan dan peran penting dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Bahasan berharap Kota Pontianak ke depan dapat berkembang sebagai kota yang kuat dari sisi pendidikan keagamaan dan karakter, bahkan bercita-cita menjadi kota santri. Pemerintah Kota Pontianak terbuka untuk berkolaborasi dan mendukung pengembangan pesantren serta lembaga pendidikan berbasis karakter. *
