BERIKABARNEWS l BANGKOK – Jumlah korban jiwa akibat banjir besar yang dipicu hujan monsun di Thailand meningkat menjadi tujuh orang. Informasi ini dikonfirmasi oleh Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand pada Jumat (26/9/2025).
Banjir melanda sejumlah provinsi di sepanjang Sungai Chao Phraya dan berdampak pada lebih dari 260.000 warga. Awalnya, pihak berwenang hanya melaporkan empat korban jiwa, namun angka tersebut direvisi menjadi tujuh seiring berjalannya proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Kunjungan Perdana Menteri Thailand
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, meninjau Provinsi Ayutthaya yang menjadi wilayah paling parah terdampak banjir. Dalam kunjungan itu, ia didampingi tim penanggulangan bencana dan memerintahkan langkah cepat penanganan darurat.
“Kami memiliki tim lengkap untuk membantu meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan mendesak warga,” kata Anutin kepada penduduk setempat.
Upaya penanganan mencakup distribusi paket bantuan, pemasangan karung pasir untuk menahan luapan air, serta pemantauan intensif di daerah rawan longsor.
Baca Juga : Pipa Bocor Diduga Picu Jalan Amblas di Bangkok
Peringatan Hujan Deras dan Ancaman Cuaca Ekstrem
Meski tidak terdampak langsung Badai Tropis Bualoi yang melanda Filipina, Badan Meteorologi Thailand tetap memperingatkan potensi hujan deras dalam beberapa hari mendatang.
Thailand memang sering dilanda hujan lebat sepanjang musim monsun Juni–September. Namun, para ahli menilai perubahan iklim memperparah cuaca ekstrem dan membuat pola hujan semakin sulit diprediksi.
Catatan Banjir Sebelumnya
Banjir bukan hal baru bagi Thailand. Bulan lalu, Topan Kajiki memicu banjir dan tanah longsor di wilayah utara yang menewaskan lima orang dan melukai 15 lainnya. Pada 2011, banjir besar bahkan merenggut lebih dari 500 korban jiwa serta merusak jutaan rumah di seluruh negeri.
Kini pemerintah Thailand terus meningkatkan upaya mitigasi sekaligus memperkuat sistem peringatan dini guna meminimalisir dampak banjir di masa depan. (ing)
AFP.com
