Air Keras Aktivis, Empat Oknum TNI Jadi Tersangka

Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait kasus penyiraman air keras.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus bergulir. Dalam perkembangan terbaru, empat oknum anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Puspom TNI.

Penetapan tersangka ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Maret 2026 di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, dan diduga berkaitan dengan aktivitas korban sebagai pembela hak asasi manusia.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa proses hukum akan berjalan hingga tuntas. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta penegakan hukum tanpa pandang bulu.

“Presiden sudah memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas. Saat ini Polri terus bekerja di lapangan,” ujar Kapolri, Rabu (18/3/2026).

Penyidikan kini difokuskan pada pengumpulan alat bukti, terutama bukti digital dan pendekatan ilmiah. Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat telah memeriksa sedikitnya 86 rekaman CCTV.

Langkah ini dilakukan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh serta mengungkap pelaku dan peran masing-masing pihak.

Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ia mengalami luka bakar kimia hingga 24 persen, dengan kerusakan paling serius pada bagian mata kanan.

Baca Juga : Polisi Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras Aktivis KontraS

Keempat tersangka yang berasal dari satuan intelijen dijerat dengan pasal penganiayaan berencana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan. Penyidik dari Polri dan Puspom TNI melakukan sinkronisasi data untuk memastikan keakuratan identitas pelaku serta memperkuat pembuktian di pengadilan.

Presiden Prabowo menilai kasus ini sebagai tindak kriminal serius yang harus diusut hingga ke aktor intelektual di baliknya. Pemerintah berkomitmen mengawal penanganan perkara secara transparan dan profesional.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena dinilai memiliki pola serupa dengan serangan terhadap aktivis di masa lalu. Publik berharap keadilan dapat ditegakkan sepenuhnya bagi korban.*

Bawa 11 Ekstasi dari Pontianak, Pemuda Dibekuk di Kapuas Hulu

BERIKABARNEWS l BOYAN TANJUNG – Satresnarkoba Polres Kapuas...

Pelaku berinisial AP (23), pemuda asal Pontianak yang ditangkap polisi karena diduga membawa 11 butir pil ekstasi untuk diedarkan di Kabupaten Kapuas Hulu. (Foto: Res-Kapuas Hulu)

Terungkap Peredaran Narkoba di Pemangkat, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi

BERIKABARNEWS l SAMBAS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)...

Polisi mengamankan barang bukti sabu dan pil diduga ekstasi dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba di Pemangkat, Kabupaten Sambas. (Foto: Res-Sbs)

Polres Kapuas Hulu Ungkap 13 Kasus Narkoba, 13 Tersangka Diamankan

BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Polres Kapuas Hulu...

Poster pengungkapan 13 kasus narkoba oleh Polres Kapuas Hulu selama periode Agustus hingga Oktober 2026 dengan 13 tersangka dan barang bukti sabu, ganja, serta pil ekstasi. (Foto: Res-Kapuas Hulu)

Polisi Tangkap Pria Diduga Kurir Sabu di Belitang Hilir Sekadau

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)...

Polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,20 gram dari pria yang diduga menjadi kurir narkoba di Belitang Hilir, Sekadau. (foto: Res-Sekadau)

Tiga Bulan Buron, Pencuri Muatan Truk Ekspedisi di Pontianak Ditangkap

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Setelah tiga bulan buron,...

Polisi mengamankan tersangka pencurian muatan truk ekspedisi di Pontianak Utara setelah tiga bulan buron. (Foto: Res-Ptk)

Berpura-pura Menolong Pengendara, Dua Pria Ditangkap Terkait Curanmor

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim Spartan Polsek Pontianak...

Tim Spartan Polsek Pontianak Barat menangani kasus dugaan pencurian sepeda motor dengan modus berpura-pura menolong korban.

berita terkini