BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) menggelar tradisi Belarak dan Khataman Al-Qur’an tingkat SD dan SMP se-Kota Singkawang.
Kegiatan bernuansa religius dan budaya ini diikuti 598 peserta dari 23 sekolah. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter religius bagi generasi muda sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, menegaskan bahwa Belarak dan Khataman Al-Qur’an bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi bagi siswa yang telah menuntaskan bacaan Al-Qur’an sekaligus motivasi bagi pelajar lainnya.
“Kami ingin memastikan, khususnya di jenjang SMP, tidak ada lagi siswa Muslim yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Ini bagian dari pembentukan karakter dan akhlak generasi muda,” ujarnya.
Menurut Asmadi, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua. Pendidikan religius yang kuat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi berintegritas.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari MABM, kelompok Puak Melayu, hingga dukungan Kementerian Agama. Selain memperkuat nilai spiritual, agenda ini juga memperkaya kalender budaya Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota pariwisata sekaligus Kota Tertoleran di Indonesia.
Baca Juga : Lampion dan Ketupat Beriringan, Pontianak Rayakan Imlek dan Ramadan Penuh Toleransi
Asmadi menambahkan, Singkawang dibangun atas keberagaman etnis Tionghoa, Dayak, dan Melayu (Tidayu), serta berbagai paguyuban lainnya. Kolaborasi budaya dan keagamaan dinilai menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah yang inklusif.
Ke depan, Pemkot Singkawang bersama elemen masyarakat juga mengagendakan Pawai Obor massal untuk menyemarakkan datangnya Ramadan. Pemerintah berkomitmen terus memfasilitasi kegiatan budaya dan keagamaan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari visi mewujudkan “Singkawang Hebat”.
“Kemajuan Singkawang adalah hasil kolaborasi semua pihak, lintas suku dan agama,” tutup Asmadi.(ing)
Sumber :
MC Singkawang
