Ekonomi Indonesia Makin Tangguh, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Ekspansif

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia 2026. (Foto : ekon.go.id)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan III 2026 pada 5 November 2026, sejumlah indikator makroekonomi mencatatkan kinerja positif.

Tiga indikator yang memperkuat fondasi ekonomi nasional tersebut meliputi inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan, serta peningkatan aktivitas sektor manufaktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian ketiga indikator tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat,” ujar Airlangga di Jakarta.

Baca Juga : Ekonomi Indonesia Ditarget Tumbuh 6 Persen, Ini Strategi RAPBN 2027

Dari sisi harga, inflasi nasional pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Sementara itu, inflasi inti melandai menjadi 2,56 persen (yoy). Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga meskipun terdapat tekanan kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura akibat fenomena El Niño.

Kinerja perdagangan luar negeri juga memberikan kontribusi positif. Neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatatkan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Dengan capaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus selama tiga bulan berturut-turut.

Surplus perdagangan didukung oleh ekspor sejumlah komoditas utama, seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah atau CPO, dan bijih besi. Selain itu, impor minyak dan gas bumi (migas) berhasil ditekan sebesar 7,35 persen berkat penerapan program B50 yang mulai berjalan sejak Juli 2026.

Penguatan ekonomi juga terlihat dari aktivitas industri manufaktur. Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat menjadi 54,0, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 52,4.

Capaian tersebut menunjukkan ekspansi sektor manufaktur berada pada level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan permintaan baru serta pesanan ekspor yang mencatatkan rekor tertinggi sejak 2011.

Baca Juga : Kemenhub: Fuel Surcharge 40 Persen Bukan Kenaikan Tiket Pesawat

Memasuki periode akhir 2026, pemerintah bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Langkah tersebut difokuskan pada pengamanan pasokan pangan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang serta peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sejumlah upaya disiapkan, mulai dari percepatan pola tanam, optimalisasi jaringan irigasi, hingga penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan.

Di sisi perdagangan internasional, pemerintah juga berupaya memperluas peluang ekspor jangka panjang melalui percepatan implementasi berbagai kerja sama perdagangan. Salah satunya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang disebut siap diterapkan dalam waktu dekat.

Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus menjaga inflasi agar tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat terpelihara dan dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Pemerintah memastikan inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat terjaga dan dunia usaha memiliki kepastian. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh peningkatan permintaan, tetapi juga oleh penguatan kapasitas produksi dan daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya.**

Ekonomi Indonesia Ditarget Tumbuh 6 Persen, Ini Strategi RAPBN 2027

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi RAPBN 2027 dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. (Foto: instagram.com/menkeuri)

Bantuan Pangan hingga Diskon Transportasi, Ini Isi Stimulus Ekonomi 2026

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan...

Ilustrasi penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat penerima manfaat dalam program stimulus ekonomi 2026.

Indonesia Tetap Masuk Emerging Market MSCI, Transparansi Pasar Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Indonesia dipastikan tetap berada...

Airlangga Hartarto menyampaikan tanggapan pemerintah terkait laporan MSCI tentang status emerging market Indonesia.

Antisipasi Gejolak Global, Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan...

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terkait keputusan kenaikan BI-Rate.

Jutaan UMKM Terbebani Kredit Macet, Pemerintah dan DPR Siapkan Solusi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Jutaan pelaku Usaha Mikro,...

Pelaku UMKM melakukan aktivitas usaha di tengah upaya pemerintah dan DPR menyiapkan solusi kredit macet UMKM melalui revisi UU P2SK.

Kebijakan BI Rate dan SRBI Dikritik, Dinilai Hanya Taktik Tahan Arus Modal

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kebijakan Bank Indonesia (BI)...

Kebijakan Bank Indonesia melalui BI Rate dan SRBI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar.

berita terkini