RDP di DPR RI, Gubernur Ria Norsan Soroti Beban PPPK terhadap APBD Daerah

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat mengikuti RDP bersama Komisi II DPR RI membahas beban PPPK terhadap APBD daerah di Jakarta.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti besarnya beban pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Rapat yang turut dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tersebut membahas persoalan batas maksimal belanja pegawai daerah sebesar 30 persen dari total APBD.

Dalam forum itu, Ria Norsan meminta pemerintah pusat memberikan dukungan pembiayaan PPPK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya bagi formasi guru dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, kebijakan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK memang penting untuk memberikan kepastian status dan kesejahteraan pegawai. Namun di sisi lain, peningkatan jumlah PPPK juga berdampak langsung terhadap membengkaknya belanja pegawai daerah.

“Jika persoalan ini tidak segera dicarikan solusi, maka banyak pemerintah daerah akan mengalami kesulitan dalam memenuhi ketentuan tersebut karena rata-rata komposisi belanja pegawai saat ini masih berada di atas 30 persen,” ujar Ria Norsan.

Ia mengingatkan, apabila seluruh beban pembiayaan PPPK dibebankan ke APBD, maka ruang fiskal daerah akan semakin sempit dan berpotensi menghambat pembangunan.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Ajak Generasi Muda Peduli Pertanian dan Kelestarian Lingkungan

Karena itu, Pemprov Kalbar mendorong adanya skema pembiayaan PPPK lewat APBN agar pemerintah daerah tetap memiliki kemampuan anggaran untuk menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.

Norsan menilai dukungan pusat terhadap pembiayaan PPPK akan membantu daerah menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap berjalan optimal.

Selain itu, anggaran daerah juga dapat lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan program kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan kepegawaian yang berkelanjutan agar tidak membebani APBD secara berlebihan.**

Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kubu Raya, Pembasahan Gambut Diperkuat

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Presiden RI...

Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau penanganan karhutla di Kubu Raya.

Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kubu Raya, Layanan Warga Terdampak Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Presiden RI...

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Operator Pelayaran Sungai dan Danau Kalbar Keluhkan Lambannya Proses Olah Gerak Kapal

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sejumlah operator pelayaran sungai...

Operator pelayaran sungai dan danau Kalbar menyampaikan keluhan terkait proses olah gerak kapal kepada Pemprov Kalbar.

Diduga Online Scamming, 31 WNA Malaysia dan Taiwan Diamankan di Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 31 Warga Negara...

Konferensi pers Imigrasi Pontianak terkait penindakan 31 WNA yang diduga terlibat online scamming.

Bawa 3 Chinook, JS Kunisaki Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla Kalbar

BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Kapal perang kenegaraan Jepang,...

Kapal JS Kunisaki membawa tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.

Karhutla Masih Berlangsung, Status Tanggap Darurat Asap Kalbar Diperpanjang

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan...

Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat karhutla di Kalbar di perpanjang hingga 20 September 2026.

berita terkini