Indonesia Desak Dunia Hentikan Senjata Nuklir di Sidang PBB

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono desak dunia hentikan senjata nuklir. (instagram.com/sugiono_56)

BERIKABARNEWS l – Indonesia menegaskan kembali pentingnya pelucutan senjata nuklir demi menjaga perdamaian dunia. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam Sidang Tingkat Tinggi memperingati International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat (26/9/2025).

Indonesia Soroti 12.000 Hulu Ledak Nuklir

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono menyoroti fakta bahwa masih ada lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir yang dimiliki segelintir negara, termasuk yang berada di luar Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT).

“Indonesia mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir untuk menghentikan modernisasi dan ekspansi, mengambil langkah nyata menuju pelucutan, serta menunjukkan komitmen politik bagi dunia yang bebas dari senjata nuklir,” tegas Sugiono.

Ajakan Bergabung dengan TPNW

Menlu Sugiono menekankan pentingnya revitalisasi mekanisme perlucutan senjata internasional. Indonesia juga mengajak semua negara bergabung dalam Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW), perjanjian global yang melarang kepemilikan, uji coba, hingga ancaman penggunaan senjata nuklir.

Ia mengingatkan, ancaman nuklir semakin berbahaya dengan munculnya risiko baru seperti serangan siber, kecerdasan buatan (AI), dan terorisme.

“Risiko ini tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah melalui eliminasi total senjata nuklir,” ujarnya.Indonesia

Baca Juga : Presiden Prabowo Disambut Resmi Raja Belanda Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch

NPT Review Conference 2026 Jadi Momentum

Dalam penutup pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa NPT Review Conference 2026 harus menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perlucutan senjata dan mencegah terjadinya bencana nuklir.

TPNW sendiri diadopsi pada 2017 dan resmi berlaku sejak 22 Januari 2021. Hingga kini, perjanjian tersebut telah ditandatangani lebih dari 90 negara dan diratifikasi lebih dari 70 negara, termasuk Indonesia.

Komitmen Indonesia Sejak 2013

Indonesia dikenal konsisten menjadi penggerak isu perlucutan senjata di PBB. Pada 26 September 2013, Indonesia sebagai Koordinator Kelompok Kerja Gerakan Non-Blok (GNB) berhasil mendorong terselenggaranya High-level Meeting of the General Assembly on Nuclear Disarmament.

Sebagai tindak lanjut, pada Oktober 2013, Indonesia atas nama GNB merumuskan rancangan resolusi berjudul Follow-up to the High-level Meeting on Nuclear Disarmament. Resolusi itu disahkan pada 5 Desember 2014 dan hingga kini rutin meminta Sekretaris Jenderal PBB serta negara anggota memperingati International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons setiap tahun. *

 

InfoPublik.id

KJRI Kuching Dampingi Pemulangan 63 WNI dan PMI Bermasalah dari Sarawak

BERIKABARNEWS l TEBEDU – Konsulat Jenderal Republik Indonesia...

KJRI Kuching mendampingi pemulangan 63 WNI dan PMI bermasalah dari Sarawak melalui Tebedu menuju PLBN Entikong. (KJRI Kuching)

29 Kg Emas Ilegal Gagal Diselundupkan, Bea Cukai Ungkap Modus Pelaku

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan...

Bea Cukai mengungkap penyelundupan 29 kilogram emas ilegal di empat bandara. (Dok. Bea Cukai)

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo...

Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara. (Foto: BPMI Setpres)

622 Personel Cari 129 Penumpang Virgo Transport 8 yang Hilang

BERIKABARNEWS l BANJARMASIN – Sebanyak 622 personel SAR...

Tim SAR mencari korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. (Foto: Basarnas)

Kapal Rute Surabaya-Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Digelar

BERIKABARNEWS l BANJARMASIN – Kapal Motor (KM) Virgo...

KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. (instagram.com/pt.virgokaryashipping)

BMKG Catat Ribuan Hotspot, Risiko Karhutla Masih Tinggi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan...

Titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah musim kemarau. (Kemenhut)

berita terkini