BERIKABARNEWS l TEHERAN – Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyusul serangan udara besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1/3/2026).
Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran televisi pemerintah di Teheran sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Tayangan itu disertai simbol berkabung nasional, menandai duka mendalam atas wafatnya pemimpin yang telah memegang tampuk kekuasaan sejak 1989.
Menurut laporan resmi, Khamenei yang berusia 86 tahun tewas di kantornya akibat serangan udara tersebut. Sejumlah tokoh penting Iran juga dilaporkan meninggal dunia, termasuk penasihat senior serta pimpinan militer Garda Revolusi. Kabar ini sekaligus mengakhiri lebih dari tiga dekade kepemimpinan yang membentuk arah politik dan keamanan Republik Islam Iran.
Kematian Khamenei langsung memicu gelombang reaksi internasional. Presiden AS, Donald Trump, menyebut peristiwa ini sebagai momen penting bagi masa depan Iran. Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan perubahan besar di Iran pascaserangan tersebut.
Di dalam negeri, suasana Teheran dilaporkan bercampur antara duka, ketegangan, dan ketidakpastian. Asap hitam terlihat membubung di sejumlah titik strategis ibu kota setelah gelombang serangan udara yang disebut sebagai salah satu operasi terbesar dalam sejarah konflik kawasan.
Alih-alih meredakan konflik, situasi justru berkembang menjadi eskalasi militer yang lebih luas. Garda Revolusi Iran menyatakan akan melancarkan serangan balasan terhadap target militer AS dan Israel di kawasan Teluk.
Laporan menyebutkan Iran meluncurkan rudal ke sejumlah titik strategis, termasuk pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Ketegangan juga berdampak pada jalur energi global setelah diumumkannya penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Sejumlah negara di kawasan seperti Irak, Kuwait, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Israel menutup sementara wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil. Ledakan dilaporkan terdengar hingga kawasan Teluk, memicu kepanikan dan evakuasi warga di beberapa lokasi.
Baca Juga : Di Balik Serangan AS-Israel ke Iran: Nuklir, Rudal, dan Represi
Operasi militer ini disebut sebagai aksi terbesar AS terhadap pemerintahan asing sejak invasi Irak pada 2003. Meski sebelumnya sempat beredar bantahan mengenai kondisi Khamenei, konfirmasi resmi dari media pemerintah Iran kini mempertegas perubahan besar dalam peta politik Timur Tengah.
Dunia internasional kini menanti bagaimana struktur kepemimpinan Iran selanjutnya akan terbentuk serta bagaimana respons global terhadap dinamika keamanan yang terus berkembang
. Pergeseran kekuasaan di Iran diperkirakan akan membawa dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan dan geopolitik dunia.*
Sumber :
AFP
