BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Peresmian Jembatan Perintis di Dusun Peleng, Desa Sinar Baru, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (10/6/2026), menjadi kabar baik bagi masyarakat di wilayah perbatasan RI–Malaysia.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan.
Peresmian jembatan dipimpin langsung oleh Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad, Letkol Arh Andi Kamarudin, bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Karantina Jagoi Babang.
Jembatan Perintis di Dusun Peleng dibangun sebagai jalur konektivitas baru bagi masyarakat perbatasan yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
Dengan hadirnya infrastruktur tersebut, distribusi hasil pertanian warga menuju pusat pasar diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga : Buka Rakernas ARSADA ke-16, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Reformasi RS Daerah Harus Jadi Aksi Nyata
Selain mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, jembatan itu juga mempermudah akses warga menuju fasilitas pelayanan dasar seperti sekolah dan layanan kesehatan.
Masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan lebih jauh kini dapat menggunakan jalur yang lebih singkat dan aman.
Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di beranda negara.
Peresmian Jembatan Perintis tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar langsung di lokasi acara.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena kegiatan tersebut dinilai sangat membantu warga perbatasan yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan penghijauan juga dilakukan melalui penanaman pohon bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan perbatasan.
Baca Juga : Tanjungpura Tenis Open Championship 2026 Jadi Ajang Cari Atlet Muda Berbakat
Pihak Karantina Jagoi Babang turut mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan hayati di wilayah perbatasan RI–Malaysia.
Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pengawasan lalu lintas komoditas di kawasan perbatasan.
Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai instansi diharapkan dapat terus memperkuat pembangunan wilayah perbatasan, baik dari sisi infrastruktur, kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan.
Keberadaan Jembatan Perintis di Jagoi Babang pun diharapkan menjadi pendorong kemajuan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia.*
