Kalah di Pengadilan Berlin, Google Didenda Ratusan Juta Euro oleh Idealo

Google menghadapi putusan Pengadilan Berlin terkait denda ratusan juta Euro kepada Idealo. (unsplash.com/@mitchel3uo)

BERIKABARNEWS l BERLIN – Pengadilan Berlin memutuskan Google wajib membayar ganti rugi sebesar 465 juta Euro kepada platform perbandingan harga asal Jerman, Idealo, terkait dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar. Putusan ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara pengadilan kepada Reuters.

Dalam dua putusan berbeda, pengadilan menyatakan Google terbukti melakukan praktik yang merugikan kompetitor dan memerintahkan perusahaan teknologi tersebut membayar kompensasi. Kedua putusan masih memungkinkan untuk diajukan banding.

Selain Idealo, perusahaan di balik platform perbandingan harga Jerman lainnya, Producto, juga memperoleh ganti rugi sebesar 107 juta Euro.

Idealo, yang berada di bawah grup media Axel Springer, menegaskan akan melanjutkan proses hukum terhadap Google. Sebelumnya, Idealo menggugat Google sebesar 3,3 miliar Euro termasuk bunga, dengan tuduhan praktik antikompetitif pada pasar perbandingan harga sejak 2008 hingga 2023.

“Kami akan terus berjuang karena penyalahgunaan pasar harus memiliki konsekuensi dan tidak boleh menjadi model bisnis yang menguntungkan,” tegas Albrecht von Sonntag, salah satu pendiri Idealo.

Baca Juga : Apple dan OpenAI Gagal Hentikan Gugatan Monopoli dari X dan xAI

Google Bantah Tuduhan dan Siapkan Banding

Google membantah keras putusan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding. Perusahaan menilai perubahan yang diterapkan pada 2017 telah memberikan kesempatan yang setara bagi layanan perbandingan harga untuk tampil di hasil pencarian Google Shopping.

“Perubahan yang kami buat pada 2017 terbukti berhasil tanpa intervensi Komisi Eropa,” ujar juru bicara Google. Ia menambahkan bahwa jumlah situs perbandingan harga yang menggunakan unit belanja Google di Eropa meningkat dari 7 menjadi 1.550.

Putusan ini menjadi sinyal kuat bahwa regulator Eropa terus mengawasi praktik persaingan digital dan memastikan perusahaan teknologi besar tetap mematuhi aturan. *

 

Sumber :

Reuters

Meta One Resmi Hadir, Apa Saja Fitur AI yang Bisa Dinikmati Pengguna?

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms resmi meluncurkan layanan...

Meta One menghadirkan lebih dari 50 fitur AI untuk pengguna Instagram, Facebook, dan WhatsApp. (Foto: Meta)

Anthropic Kejar IPO Fantastis, Nvidia Berpotensi Jadi Investor Jangkar

BERIKABARNEWS l – Startup kecerdasan buatan (AI) Anthropic...

Anthropic dikabarkan menyiapkan IPO dengan Nvidia sebagai investor jangkar. (x.com/AnthropicAI)

iPhone Duo Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi iPhone Lipat Pertama Apple

BERIKABARNEWS l – Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo,...

Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan chip A20 Pro. (Foto: apple.com)

Sony dan Warner Music Klaim Anthropic Bajak Ratusan Lirik untuk AI Claude

BERIKABARNEWS l – Sony Music dan Warner Music...

Sony Music dan Warner Music menggugat Anthropic terkait dugaan penggunaan lirik berhak cipta untuk melatih AI Claude. (Foto: unsplash.com/@solenfeyissa)

Tokoh-Tokoh Besar AI Dunia Akan Berkumpul di Pertemuan G20 AS

BERIKABARNEWS l – Sejumlah tokoh besar di industri...

CEO Nvidia Jensen Huang dijadwalkan menghadiri pertemuan G20 bertema teknologi dan kecerdasan buatan di Amerika Serikat. (Foto: Forbes)

Google Perluas Gemini Enterprise dengan AI Khusus untuk Industri Hukum

BERIKABARNEWS l – Google memperluas layanan kecerdasan buatan...

Ilustrasi Gemini Enterprise for Legal, AI Google khusus untuk industri hukum. (Foto: unsplash.com/@rubaitulazad)

berita terkini