BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kalbar Food Festival 2026 resmi digelar di Ayani Megamall Pontianak sejak Minggu (3/5/2026). Ajang tahunan ini kembali menjadi wadah strategis untuk mendorong pelaku UMKM di Kalimantan Barat agar naik kelas melalui kolaborasi antara kuliner dan kriya.
Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa kekuatan UMKM lokal tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga pada tampilan produk yang mencerminkan identitas budaya daerah.
Menurutnya, penguatan sektor kriya menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk UMKM.
Kemasan yang estetik dan bernilai seni diyakini mampu memberikan nilai tambah, sehingga produk tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional.
Baca Juga : Pengukuhan IKKB Jakarta, Ria Norsan Ajak Perantau Dukung Pembangunan Kalbar
Festival ini tidak sekadar menghadirkan aneka kuliner khas Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antar pelaku usaha kreatif.
Ratusan tenant UMKM ambil bagian, menampilkan beragam produk unggulan yang dipadukan dengan sentuhan seni dan budaya lokal.
Selain itu, Kalbar Food Festival 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti peragaan busana dan pertunjukan seni budaya.
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian adalah rencana penyajian 12.000 porsi lontong Sukadana sebagai upaya memperkenalkan kuliner khas daerah ke tingkat yang lebih luas.
Baca Juga : Gandeng Juara MasterChef 13, Erlina Bawa Pangan Lokal Kalbar ke Dunia
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dalam festival ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Pontianak sebagai destinasi wisata kuliner unggulan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita harapkan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan. Pelaku UMKM mendapatkan manfaat, masyarakat terlibat, dan sektor pariwisata ikut bergerak. Ini yang menjadi tujuan utama kita,” tegas Ketua Dekranasda Kalbar Erina.
Dengan sinergi antara kuliner dan kriya, UMKM di Kalimantan Barat diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.*
