BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menantang para alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kalimantan Barat untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Harlah ke-66 PMII yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Kalbar di Gardenia Resort, Minggu (3/5/2026).
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa kaum intelektual tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan. Ia mendorong alumni PMII untuk tampil sebagai aktor utama yang mampu memberi kontribusi nyata.
“Peluang kemajuan Kalimantan Barat sangat besar. PMII jangan hanya jadi pemain figuran, tapi harus menjadi pemain utama dalam pembangunan,” tegasnya di hadapan ratusan kader dan alumni.
Baca Juga : Kalbar Food Festival 2026, Sinergi Kuliner dan Kriya Dorong UMKM Naik Kelas
Krisantus mengapresiasi kontribusi PMII yang telah berlangsung lebih dari enam dekade. Namun, menurutnya, tantangan ke depan menuntut lahirnya pemikiran yang lebih konstruktif, menyeluruh, dan bisa langsung diterapkan.
Ia berharap IKA PMII Kalbar mampu menghadirkan gagasan solutif untuk menjawab berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengelolaan sumber daya alam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, termasuk IKA PMII.
Peran alumni dinilai penting karena tersebar di berbagai sektor, seperti birokrasi, akademisi, hingga dunia profesional. Konsolidasi kekuatan ini diyakini menjadi modal besar dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Pengukuhan IKKB Jakarta, Ria Norsan Ajak Perantau Dukung Pembangunan Kalbar
Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Kalbar diharapkan menjadi awal gerakan yang lebih masif dan terarah. Dengan jaringan yang luas, organisasi ini memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis sekaligus mitra pembangunan pemerintah.
Melalui sinergi yang kuat, Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang kritis, adaptif, dan berintegritas demi masa depan yang lebih maju.*
