BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Pemerintah pusat pun menyiapkan tambahan kekuatan untuk mempercepat pemadaman, termasuk delapan pesawat water bombing, 50 mobil pemadam kebakaran, dan sekitar 1.200 personel.
Setibanya di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Presiden Prabowo langsung memimpin rapat terbatas bersama Gubernur Kalimantan Barat, Wakil Bupati Kubu Raya, dan sejumlah pihak terkait.
Usai rapat, Presiden menuju lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, yang berada tidak jauh dari Bandara Internasional Supadio.
Di lokasi, Prabowo melihat langsung kondisi lahan terdampak kebakaran dan proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan. Presiden juga memberikan arahan kepada jajaran terkait serta menyapa para petugas yang tengah berjibaku memadamkan api.
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan kehadiran Presiden menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap karhutla yang melanda Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya.
“Tadi kita selesai rapat dengan Pak Presiden, kemudian kita meninjau lokasi kebakaran di Jalan A Yani III. Ada beberapa kesimpulan, bahwa beliau sangat concern untuk membantu mengatasi musibah yang terjadi di Kalimantan ini, khususnya Kalimantan Barat, terkhusus di Kabupaten Kubu Raya,” kata Sukiryanto.
Baca Juga : 198 Hotspot Terdeteksi, Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar
Menurut Sukiryanto, Presiden telah memerintahkan penambahan dukungan untuk memperkuat pemadaman karhutla dari udara. Sebanyak empat pesawat water bombing dijadwalkan tiba pada sore hari, sementara empat pesawat lainnya akan menyusul.
“Kita dengar beliau tadi telah memerintahkan Panglima untuk menyiapkan. Sore ini ada empat pesawat water bombing yang akan datang dan menyusul besok. Insyaallah delapan pesawat yang akan standby di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Selain pesawat pemadam, pemerintah pusat juga akan menyiapkan 50 unit mobil pemadam kebakaran dan menambah sekitar 1.200 personel untuk memperkuat penanganan di lapangan.
“Beliau juga telah memerintahkan untuk menyiapkan mobil pemadam kebakaran sebanyak 50 unit dan menambah personel kurang lebih 1.200 orang. Begitu juga upaya pengepungan api akan diintensifkan,” jelasnya.
Sukiryanto menilai dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan penting bagi daerah dalam mengatasi kebakaran. Penguatan personel, armada, dan pemadaman dari udara diharapkan dapat mencegah titik api semakin meluas.
“Ini merupakan bantuan yang luar biasa. Kita selaku masyarakat Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajaran atas perhatian dan bantuan yang luar biasa ini. Mudah-mudahan karhutla dapat segera teratasi,” ucapnya.
Baca Juga : Asap Masih Mengepul, Prabowo Turun ke Lokasi Karhutla Kubu Raya
Selain pemadaman dari darat dan udara, pemerintah juga memperkuat upaya penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca.
Sukiryanto mengatakan penyemaian bahan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca sebelumnya telah dilakukan. Berdasarkan perkiraan adanya potensi awan pada 23 hingga 27 Agustus, Presiden juga menyarankan penambahan bahan penyemaian untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.
“Kurang lebih 3.500 ton yang sudah kita tebar. Karena diperkirakan tanggal 23-27 ini ada potensi awan, Pak Presiden juga menyarankan agar menambah garam untuk penyemaian, untuk memancing turunnya hujan,” terangnya.
Tambahan bahan penyemaian tersebut akan disiapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari penanganan karhutla secara terpadu.
Sukiryanto mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Penguatan upaya dari darat dan udara diharapkan mampu mempercepat pengendalian api dan mengurangi dampak karhutla di Kalimantan Barat.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajaran atas perhatian dan bantuannya,” pungkasnya.*
