BERIKABARNEWS l JAKARTA – Rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 belum diputuskan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan tersebut masih dalam pembahasan.
Untuk saat ini, distribusi Pertalite masih berjalan seperti biasa sesuai aturan yang berlaku.
“Pembatasan Pertalite masih di dalam pembahasan, ya,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Bahlil menjelaskan, selama belum ada keputusan baru, ketentuan pembelian Pertalite tetap berlaku. Batas konsumsi ditetapkan 200 liter per hari untuk bus dan truk, serta 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat.
Baca Juga : Judi Online Bermodus Deposit Pulsa Dibongkar, Bareskrim Tangkap 23 Tersangka
Bahlil menegaskan Pertalite merupakan BBM yang ditujukan bagi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi energi.
Karena itu, masyarakat yang tergolong mampu diminta menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi dapat lebih tepat sasaran.
“Yang sudah kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat, lah. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengendalian subsidi BBM, khususnya Pertalite, akan dilakukan secara bertahap.
Salah satu opsi yang dibahas adalah masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite dan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.
Purbaya menyebut sistem yang dimiliki Pertamina dinilai sudah mampu mendukung penerapan kebijakan tersebut. Namun, pengendalian subsidi BBM masih dalam pembahasan dan baru akan diterapkan setelah seluruh sistem siap.
Baca Juga : Prabowo Dorong Kendaraan Listrik Nasional Lewat Peluncuran MoLiNas
Berdasarkan acuan Badan Pusat Statistik (BPS), desil merupakan kelompok keluarga yang dipetakan berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi.
Penilaiannya menggunakan sejumlah indikator, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Desil 9 mencakup keluarga yang berada pada urutan tingkat kesejahteraan 81 hingga 90 persen.
Sementara desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Dengan demikian, hingga saat ini masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat membeli Pertalite karena belum ada keputusan resmi mengenai pembatasan tersebut.*
Sumber :
InfoPublik
