Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Jadi Sorotan, DPR Minta Investigasi Independen

Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang kembali menjadi sorotan setelah meninggalnya seorang ibu hamil saat terjadi kontak tembak di wilayah konflik.

BERIKABARNEWS l – Kematian seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi sorotan berbagai pihak. Anggota Komisi XIII DPR RI mendesak pemerintah membentuk tim investigasi independen untuk mengusut insiden yang menewaskan Melkiana Duwitau (31) beserta janin yang dikandungnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat berlangsung kontak tembak antara aparat TNI dan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah Intan Jaya pada Kamis (2/7/2026).

Melkiana Duwitau dilaporkan meninggal dunia setelah terkena peluru saat berada di area yang terdampak konflik bersenjata. Berdasarkan keterangan resmi TNI, peluru yang mengenai korban berasal dari tembakan yang dilepaskan kelompok TPNPB-OPM ketika kontak senjata berlangsung.

Sorotan terhadap kematian ibu hamil di Intan Jaya semakin menguat setelah Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan membentuk tim investigasi independen.

Menurutnya, pengusutan yang dilakukan secara transparan dan akuntabel sangat penting untuk mengungkap fakta di lapangan sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.

“Tragedi ini menjadi cermin bahwa negara belum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil, khususnya perempuan dan anak di wilayah konflik. Penembakan ini harus diusut tuntas melalui investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Mafirion menilai hasil investigasi yang terbuka dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya spekulasi terkait insiden tersebut.

Baca Juga : Reddit Lolos Evaluasi, Akses di Indonesia Kembali Dibuka

Desakan serupa juga datang dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menilai kasus yang menimpa Melkiana menunjukkan masih rentannya keselamatan perempuan di wilayah konflik.

Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, sedikitnya lima perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat berbagai peristiwa kekerasan di Papua dalam sembilan bulan terakhir.

“Kejadian-kejadian tersebut adalah bagian dari pola kekerasan yang terus berulang dalam situasi konflik bersenjata. Hingga kini, belum ada penyelesaian yang efektif, akuntabel, dan berperspektif hak asasi manusia,” kata Yuni.

Komnas Perempuan juga mendorong penyelidikan yang imparsial dan menyeluruh guna memastikan setiap kasus diproses sesuai hukum serta memberikan pemulihan bagi keluarga korban.

Baca Juga : Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Melkiana Duwitau dan janin yang dikandungnya. Ia menjelaskan korban tengah mengandung sekitar 32 minggu atau delapan bulan sebelum insiden tersebut terjadi.

Menurut Aner, wilayah Sugapa dan sejumlah kawasan di Intan Jaya hingga kini masih berada dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil membuat masyarakat sipil masih menghadapi risiko saat beraktivitas.

Kematian ibu hamil di Intan Jaya kini menjadi perhatian publik nasional. Berbagai pihak berharap pemerintah dapat memastikan proses investigasi berjalan secara transparan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak, di daerah yang terdampak konflik bersenjata.*

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Lintas Negara

BERIKABARNEWS l BANDUNG – Indonesia dan Malaysia sepakat...

Pertemuan bilateral Imigrasi Indonesia dan Jabatan Imigresen Malaysia membahas penguatan keamanan perbatasan serta pemberantasan kejahatan lintas negara di Bandung. (Foto: JIM Malaysia)

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,17 Kg Sabu dari Malaysia di Inhil

BERIKABARNEWS l TEMBILAHAN – Tim gabungan Bea Cukai...

Petugas Bea Cukai mengamankan barang bukti 3,17 kilogram sabu dari kapal KLM Mega Indah di perairan Indragiri Hilir. (Foto: Bea Cukai)

MK Ungkap Fakta Dokumen Pendidikan Gibran, Gugatan Tak Dapat Diterima

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan...

Mahkamah Konstitusi mengungkap fakta dokumen pendidikan Gibran dalam sidang PHPU di Jakarta. (Foto Dok MK)

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 13 Aturan Baru

BERIKABARNEWS l JAKARTA — DPR RI resmi mengesahkan...

DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna di Jakarta. (Foto: Kemnaker)

Video Dugaan Penganiayaan ABK Viral, KKP Amankan KM Maulana 23

BERIKABARNEWS l JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan...

KKP mengamankan KM Maulana 23 di perairan Laut Aru setelah video dugaan penganiayaan ABK viral. (Foto: KKP)

Ledakan Dahsyat Guncang Ruko San Antonio, Puluhan Bangunan Terdampak

BERIKABARNEWS l SURABAYA – Ledakan keras mengguncang kompleks...

Kondisi Ruko San Antonio di Pakuwon City Surabaya setelah ledakan yang menyebabkan puluhan bangunan dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. (Foto: x.com/NapiPKS)

berita terkini