BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa generasi muda harus tampil sebagai pelindung toleransi di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kursus Kepemimpinan Menengah (KPM) dan Sekolah Politik yang digelar Pemuda Katolik di Kota Pontianak, Jumat (17/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Krisantus menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penjaga harmoni sosial sekaligus pilar utama dalam memperkuat persatuan bangsa, khususnya di Kalimantan Barat yang dikenal dengan keberagamannya.
Krisantus mengajak seluruh kader Pemuda Katolik untuk aktif menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab strategis dalam merawat kebersamaan di tengah perbedaan.
“Saya meminta Pemuda Katolik untuk terus menjaga toleransi dalam keberagaman. Jadilah bukan hanya perekat, tetapi juga pelindung dan pengayom di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai persatuan di daerah.
Melalui kegiatan KPM dan sekolah politik ini, peserta didorong untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas. Krisantus menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibarengi moralitas yang kuat.
Pembentukan karakter, lanjutnya, menjadi kunci dalam mencetak pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tekankan Peran Akhlak Keluarga di Halal Bihalal BKMT Kalbar
Selain penguatan karakter, peserta juga diingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penguasaan digital secara bijak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan organisasi dan pembangunan daerah.
Fokus pengembangan kader dalam kegiatan ini mencakup penguatan integritas, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dengan bekal kepemimpinan yang kuat, generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya mampu merekatkan persatuan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa,” pungkas Krisantus.*
