BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa optimalisasi operasional Pelabuhan Kijing menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan itu disampaikannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2027 di Kantor Bupati Mempawah, Kamis (16/4/2026). Di hadapan jajaran pemerintah daerah, ia mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, perencanaan pembangunan tidak boleh lagi berjalan parsial, melainkan harus fokus pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Pelabuhan Kijing menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, aktivitas ekspor Kalimantan Barat masih banyak bergantung pada daerah lain, sehingga peluang pendapatan daerah belum tergarap optimal.
“Saya minta Pelabuhan Kijing segera difungsikan secara optimal. Dampaknya akan sangat besar, mulai dari penyerapan tenaga kerja, logistik kapal, hingga memicu pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tol,” tegas Krisantus.
Ia menilai, meningkatnya aktivitas pelabuhan akan menjadi pemicu tumbuhnya sektor lain sekaligus memperkuat alasan bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan konektivitas di Kalimantan Barat.
Selain infrastruktur, Krisantus juga menyoroti sektor pertanian di Mempawah yang dinilai sangat potensial. Dengan produktivitas yang tinggi dan peluang panen hingga tiga kali dalam setahun, sektor ini dapat menjadi penopang ekonomi daerah jika dikelola secara optimal.
Ia pun mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan operasi pasar. Pemerintah daerah perlu memperkuat produksi lokal agar kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Sampaikan Duka, Doa Mengiringi Korban Heli PK-CFX
Di sisi lain, Bupati Mempawah, Erlina, menyampaikan bahwa daerahnya saat ini tengah menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Efisiensi anggaran sekitar Rp136 miliar menjadi kendala dalam menyusun program pembangunan tahun 2027.
“Di tengah keterbatasan ini, kolaborasi antara kabupaten, provinsi, hingga pusat adalah kunci. Kami tetap berkomitmen pada pelayanan dasar seperti kesehatan melalui program UHC dan pengembangan RSUD dr. Rubini,” ujarnya.
Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar dapat terus mengalir, terutama dalam peningkatan infrastruktur jalan yang menjadi akses penting menuju kawasan strategis di Mempawah.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat, serta optimalisasi Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah diharapkan mampu berkembang menjadi pusat logistik dan industri baru di Kalimantan Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.*
