BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana seiring prediksi musim kemarau yang masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026.
Perpanjangan status tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengantisipasi krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam menyampaikan keputusan tersebut saat memimpin rapat evaluasi kebencanaan di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga : Atasi Krisis Air, Polres Kubu Raya Bangun Sumur Bor di 9 Kecamatan
Rapat evaluasi diikuti sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan pemetaan BMKG, potensi kekeringan di Kubu Raya diperkirakan masih terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemkab Kubu Raya untuk memperpanjang Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Bencana.
Status tanggap darurat diarahkan pada sejumlah sektor vital. Di bidang kesehatan, pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan serta respons cepat terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap dan kekeringan.
Sementara sektor pendidikan akan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di lapangan.
Pemkab Kubu Raya juga mengoptimalkan pendistribusian air minum dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Rapat evaluasi dihadiri beberapa instansi termasuk BMKG. Kita evaluasi satu per satu. Diperkirakan sampai pertengahan Oktober 2026 ini masih akan terjadi kemarau,” terang Yusran Anizam, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga : Krisis Air Bersih Kubu Raya, Polres Salurkan Ribuan Liter Air ke Warga
Yusran mengatakan jumlah titik panas (hotspot) saat ini telah jauh berkurang dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, petugas gabungan dan relawan masih disiagakan untuk menangani sisa titik api.
Pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dipastikan benar-benar padam.
Hasil evaluasi dan berbagai usulan dalam rapat, khususnya terkait optimalisasi distribusi air bersih, selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kubu Raya. Data tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan lanjutan.
Pemkab Kubu Raya juga mengapresiasi kerja keras petugas, relawan, instansi, dan seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan karhutla serta dampak kekeringan.
“Teman-teman petugas, relawan, semua pihak, semua elemen, instansi, bahkan Pak Bupati yang juga ikut berjibaku di lapangan. Ke depannya jangan sampai terjadi seperti ini lagi,” pungkas Yusran.*
