BERIKABARNEWS l – Produsen cip asal Amerika Serikat, Microchip Technology, memberikan sinyal kewaspadaan bagi industri semikonduktor global. Perusahaan memproyeksikan laba kuartal keempat di bawah ekspektasi pasar, seiring dampak berlanjutnya krisis pasokan memori global.
Pengumuman tersebut langsung direspons negatif oleh pasar. Saham Microchip yang berbasis di Chandler, Arizona, tercatat turun lebih dari 5 persen pada perdagangan sesi tambahan, Kamis (5/2/2026).
Kelangkaan pasokan memori global terus menekan industri elektronik konsumen. Produsen smartphone dan komputer pribadi (PC) terpaksa mengurangi pesanan komponen akibat hambatan distribusi produk jadi ke pasar.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemasok hulu seperti Microchip. Meski permintaan cip masih ada, ketidakseimbangan dalam rantai pasok perangkat keras membuat arus pesanan menjadi tidak stabil.
Berdasarkan data LSEG, Microchip memperkirakan laba penyesuaian kuartal keempat sebesar 40 sen per saham, jauh di bawah rata-rata estimasi analis yang berada di 48 sen per saham.
Baca Juga : SpaceX Hentikan Peluncuran Falcon 9 Sementara Usai Gangguan Teknis
Dari sisi pendapatan, perusahaan masih menunjukkan ketahanan terbatas. Penjualan bersih kuartal keempat diproyeksikan berada di kisaran US$1,24 miliar hingga US$1,28 miliar, sedikit lebih tinggi dari estimasi pasar sebesar US$1,23 miliar. Pada kuartal ketiga, Microchip membukukan penjualan US$1,19 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar US$1,18 miliar.
Kinerja kuartal ketiga juga tercatat solid dari sisi profitabilitas. Tanpa memperhitungkan pos tertentu, laba per saham mencapai 44 sen, lebih tinggi dari ekspektasi analis di angka 41 sen.
Meski demikian, proyeksi laba yang melemah membuat investor khawatir gangguan rantai pasok global masih akan berlanjut. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pemulihan industri teknologi dan semikonduktor dalam waktu dekat.*
Sumber :
Reuters
