BERIKABARNEWS l LONDON – Perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Inggris, Nscale, berhasil mengamankan pendanaan baru sebesar 2 miliar dolar AS dalam putaran Seri C yang diumumkan pada Senin (9/3/2026). Pendanaan ini membuat valuasi perusahaan melonjak hingga mencapai 14,6 miliar dolar AS.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi Nscale sebagai salah satu pemain penting dalam penyediaan komputasi skala besar untuk teknologi Artificial Intelligence (AI) di tingkat global.
Putaran pendanaan ini dipimpin oleh perusahaan investasi Norwegia, Aker, bersama 8090 Industries. Sejumlah investor besar lain juga turut berpartisipasi, termasuk Nvidia, Citadel, Dell Technologies, serta Jane Street.
Dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas kapasitas pusat data milik Nscale guna memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI dari berbagai perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan OpenAI.
Selain mendapatkan suntikan modal besar, Nscale juga memperkuat struktur manajemennya dengan menghadirkan sejumlah tokoh berpengaruh di industri teknologi.
Beberapa nama yang bergabung dalam jajaran dewan direksi antara lain mantan eksekutif Meta Platforms, Nick Clegg dan Sheryl Sandberg, serta mantan Presiden Yahoo, Susan Decker.
Kehadiran para veteran industri ini diharapkan mampu memperkuat strategi perusahaan di tengah persaingan teknologi AI yang semakin ketat.
Baca Juga : MacBook Air dan MacBook Pro M5 Resmi Rilis, Performa AI Kian Kencang
Pendanaan besar ini juga memicu spekulasi bahwa Nscale tengah mempersiapkan langkah menuju penawaran umum perdana saham atau IPO.
Perusahaan dilaporkan telah menunjuk dua bank investasi global, yakni Goldman Sachs dan JPMorgan Chase, sebagai penjamin emisi untuk rencana pencatatan saham di bursa.
Sejak berdiri pada 2024, Nscale telah membangun infrastruktur AI secara mandiri, mulai dari pusat data, unit pemrosesan grafis (GPU), hingga sistem perangkat lunak khusus untuk komputasi AI.
Dengan dukungan modal kuat dan infrastruktur yang terus berkembang, Nscale diproyeksikan menjadi pesaing serius bagi penyedia layanan komputasi awan tradisional dalam perlombaan teknologi AI global.*
Sumber :
Reuters
