OTT KPK Bongkar Suap Pajak, Pejabat DJP Terjerat Diskon Pajak 80 Persen

Petugas KPK membawa barang bukti usai OTT kasus suap pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak. (Dok. KPK)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap praktik korupsi di sektor perpajakan. Melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK membongkar dugaan suap dalam proses pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang berpotensi merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya merupakan pejabat pajak, yakni DWB selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara, AGS selaku Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Kepasi Waskon), serta ASB yang tergabung dalam tim penilai. Dua tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni ABD sebagai konsultan pajak dan EY yang merupakan staf perusahaan wajib pajak PT WP.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa seluruh tersangka langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 11 hingga 30 Januari 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

“Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan agar perkara ini dapat diungkap secara menyeluruh,” ujar Budi, Senin (19/1/2026).

Diskon Pajak hingga 80 Persen Jadi Modus

Kasus ini bermula dari pemeriksaan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PT WP untuk tahun pajak 2023. Pada akhir 2025, tim pemeriksa menemukan potensi kekurangan pembayaran pajak sebesar Rp75 miliar.

Namun, temuan tersebut justru diduga dijadikan alat transaksi. Tersangka AGS disebut meminta pembayaran pajak secara “all in” sebesar Rp23 miliar, dengan permintaan fee atau suap senilai Rp8 miliar yang akan dibagikan kepada sejumlah oknum pajak.

Setelah melalui proses negosiasi, pihak PT WP akhirnya menyepakati pemberian fee sebesar Rp4 miliar. Kesepakatan tersebut berdampak pada turunnya nilai pajak dalam Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) menjadi hanya Rp15,7 miliar atau turun sekitar 80 persen dari nilai awal.

Kontrak Fiktif untuk Samarkan Aliran Dana

Untuk menyamarkan aliran dana suap, KPK mengungkap adanya kontrak fiktif jasa konsultasi keuangan antara PT WP dan perusahaan milik tersangka ABD, PT NBK. Dana dari kontrak tersebut kemudian ditukarkan ke mata uang Dolar Singapura sebelum dibagikan kepada para pejabat pajak yang terlibat.

Dalam OTT ini, KPK menyita sejumlah barang bukti bernilai total Rp6,38 miliar, terdiri dari uang tunai rupiah sebesar Rp793 juta, uang tunai SGD 165 ribu atau setara Rp2,16 miliar, serta logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai sekitar Rp3,42 miliar.

Baca Juga : Kades Mekargalih Cianjur Ditahan, Tipu Warga Rp300 Juta

KPK Tegaskan Komitmen Bersihkan Perpajakan

KPK menegaskan seluruh tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman berat. Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius bagi integritas sistem perpajakan nasional.

KPK juga mengimbau wajib pajak untuk tidak mengikuti praktik suap maupun pemerasan oleh oknum aparat. Masyarakat diminta aktif melaporkan setiap indikasi penyimpangan demi menjaga penerimaan negara.

“Pengawasan publik dan keberanian melapor sangat penting untuk melindungi keuangan negara dari praktik korupsi,” pungkas Budi. *

 

Sumber :

InfoPublik

PB IDI Buka Suara soal Perundungan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Dokter...

PB IDI buka suara soal perundungan pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan oleh oknum nakes.

Perang Melawan Judi Online, OJK Bekukan 36.735 Rekening Terindikasi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

OJK membekukan 36.735 rekening terindikasi judi online.

WN Malaysia Gagal Selundupkan Narkoba Rp2,9 Miliar Lewat Bandara Juanda

BERIKABARNEWS l SIDOARJO – Upaya penyelundupan narkotika senilai...

Petugas gabungan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi yang disita dari seorang WN Malaysia di Bandara Internasional Juanda.

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sapudi, 231 Selamat dan 5 Meninggal Dunia

BERIKABARNEWS l SURABAYA – Tim SAR gabungan berhasil...

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

KPK Dalami Korupsi Komisi Asuransi PT Pelni, Empat Tersangka Ditahan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Empat tersangka kasus dugaan korupsi komisi asuransi PT Pelni dan Jasindo saat menjalani penahanan di Gedung Merah Putih KPK.

Kopilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Aparat gabungan Bea Cukai...

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta dan Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti 26 kilogram ekstasi dan sabu dalam kasus penangkapan kopilot Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.

berita terkini