BERIKABARNEWS l JAKARTA – Umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, merayakan Paskah pada Minggu, 5 April 2026. Hari raya ini menjadi yang paling penting dalam iman Kristiani karena memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya.
Paskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kemenangan atas dosa dan maut serta menjadi dasar harapan akan kehidupan kekal bagi umat Kristiani.
Sebelum mencapai puncak perayaan, umat terlebih dahulu menjalani masa Prapaskah selama 40 hari yang diisi dengan doa, puasa, dan pantang.
Rangkaian ini berpuncak pada Pekan Suci yang meliputi Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci atau Vigili Paskah sebagai malam penantian kebangkitan.
Suasana khidmat pada Jumat Agung kemudian berubah menjadi penuh sukacita dalam Misa Paskah. Perayaan ini juga identik dengan simbol seperti telur Paskah yang melambangkan kehidupan baru, serta kelinci Paskah yang mencerminkan awal yang segar.
Baca Juga : Dana IndonesiaRaya Diluncurkan, Perkuat Ekosistem Budaya
Dalam momentum Paskah 2026, Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya menjadikan Paskah sebagai titik transformasi spiritual.
Ia menyebut Paskah sebagai jalan pembebasan menuju terang dan kasih, sekaligus mengajak masyarakat meneladani nilai pengorbanan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.
Menurutnya, spiritualitas harus menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa agar tercipta kedamaian yang berkelanjutan.
Pesan serupa disampaikan oleh Ignatius Suharyo yang mengingatkan pentingnya kepedulian sosial sebagai wujud nyata dari iman.
Paskah 2026 membawa pesan kuat tentang harapan dan kebangkitan. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan dan terus menebarkan kasih kepada sesama.
Selamat Hari Raya Paskah 2026 bagi seluruh umat yang merayakan. Semoga damai dan sukacita selalu menyertai.*
