PBB Selidiki Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon saat menjalankan misi di wilayah konflik.

BERIKABARNEWS l – Kabar duka atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon mendapat perhatian serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lembaga internasional tersebut tengah mempersiapkan investigasi forensik untuk mengungkap penyebab serangan yang menewaskan tiga personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Penyelidikan ini direncanakan berlangsung secepat mungkin guna menguak fakta di balik insiden yang terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026. Namun, proses tersebut tidak mudah mengingat lokasi kejadian berada di wilayah konflik aktif.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menegaskan bahwa keselamatan tim investigasi tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, investigasi harus dilakukan dengan koordinasi ketat di lapangan agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

Senada dengan itu, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memastikan langkah cepat akan diambil untuk memperjelas kejadian dan mencegah spekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia merespons tegas insiden ini. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, langsung mendorong digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Ia juga telah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, guna menekankan pentingnya perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian merupakan mandat internasional yang tidak bisa ditawar. Serangan terhadap personel UNIFIL dinilai sebagai pelanggaran serius yang harus ditindak tegas.

Baca Juga : Kemkomdigi Panggil Google dan Meta, Tegaskan Kepatuhan Aturan Perlindungan Anak

Peristiwa tragis ini terjadi dalam dua rangkaian serangan yang berdekatan.

Pada 29 Maret 2026, seorang prajurit TNI gugur akibat tembakan artileri di wilayah Adchit Al Qusayr, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Sehari kemudian, serangan kembali terjadi di dekat Bani Hayyan dan menyasar konvoi logistik UNIFIL, menyebabkan dua prajurit TNI lainnya kehilangan nyawa.

Total tiga prajurit TNI gugur dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Hingga kini, PBB memikul tanggung jawab besar untuk memastikan investigasi berjalan transparan dan mampu mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik, serta pentingnya perlindungan maksimal demi mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang.*

 

Sumber :

InfoPublik.id

Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pendaftaran PPG Calon Guru...

Ilustrasi - Kemendikdasmen kembali membuka pendaftaran PPG Calon Guru 2026 bagi lulusan S-1 dan D-IV untuk memperoleh sertifikat pendidik.

Reddit Lolos Evaluasi, Akses di Indonesia Kembali Dibuka

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Platform diskusi global Reddit...

Tampilan logo Reddit pada layar perangkat setelah akses platform kembali dibuka di Indonesia.

Viral dan Menuai Kritik, Om Zein Hapus Lagu ‘Lalaki Langit’

BERIKABARNEWS l PURWAKARTA – Lagu Lalaki Langit, Lalanang...

Saepul Bahri Binzein menyampaikan klarifikasi usai lagu Lalaki Langit menuai kritik publik.

Kemlu Perjuangkan Penghapusan Denda Overstay bagi WNI di Kamboja

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik...

Aktivitas rumah detensi imigrasi di Kamboja tempat WNI menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Optimalkan Asset Recovery, KPK Alihkan Aset Rampasan Rp4,2 Miliar

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi terus...

KPK menyerahkan aset rampasan negara kepada KPU dan Polri dalam program asset recovery di Jakarta.

Pencairan JHT Kini Lebih Ringan, Saldo Rp50 Juta Tak Kena Pajak

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kabar baik bagi para...

Ilustrasi - pencairan dana Jaminan Hari Tua atau JHT dengan kebijakan pajak baru.

berita terkini