BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia menyambangi dua yayasan pemadam kebakaran (Damkar) di Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (1/8/2026), sebagai upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat koordinasi dengan relawan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kubu Raya.
Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Andri Syahroni, Kabagops AKP Samidi, Kasatsamapta AKP Zainudin, Kasatintelkam AKP Iman Kurniawan, serta Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto H.
Rombongan mengunjungi Yayasan Pemadam Kebakaran Siaga di Jalan Siaga, Gang Siaga Empat Berseri, kemudian melanjutkan kunjungan ke Yayasan Pemadam Kebakaran Mandiri di Jalan Adi Sucipto KM 8,5.
Baca Juga : Karhutla Mengancam hingga September, Kubu Raya Perketat Upaya Pencegahan
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan relawan dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi kebakaran.
“Kapolres melakukan pengecekan terhadap kendaraan operasional, pompa air, selang, alat pelindung diri (APD), alat komunikasi, serta perlengkapan lainnya. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan dalam kondisi siap menghadapi potensi kebakaran, khususnya Karhutla,” ujar Ade.
Selain meninjau kesiapan peralatan, Kapolres juga memberikan apresiasi kepada para relawan Damkar yang selama ini aktif membantu penanganan kebakaran di wilayah Kubu Raya.
Baca Juga : Pohon Tumbang Hantam Minibus di Depan Qubu Resort, Lima Orang Selamat
Menurut Ade, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci utama dalam mempercepat respons penanganan karhutla, terutama saat musim kemarau yang berisiko meningkatkan potensi kebakaran.
“Sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif, terutama saat musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla,” pungkasnya.*
