Record Store Day Pontianak 2026 Digelar Lagi, Sajikan Pasar Musik hingga Diskusi

Poster Record Store Day Pontianak 2026 dengan tema Analog Culture Revival di Parklife Collective Space, menampilkan informasi pasar musik, diskusi, arsip, dan pertunjukan musik

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Record Store Day Pontianak 2026 kembali digelar dan menghadirkan beragam program menarik, mulai dari pasar musik hingga diskusi komunitas. Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi pegiat musik, kolektor, hingga publik yang memiliki ketertarikan pada rilisan fisik.

Sejak diinisiasi oleh kolektif rsdptk pada 2014, Record Store Day Pontianak terus berkembang dan konsisten hadir sebagai bagian dari kultur musik di Kalimantan Barat. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi wadah yang mempertemukan pelaku musik independen, arsiparis, dan komunitas dalam budaya mendengar.

Tahun ini, acara akan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 di Parklife Collective Space, mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Mengusung tema Analog Culture Revival: Where Music Becomes Experience, perayaan ini menekankan pengalaman menikmati musik secara lebih utuh dan personal.

Salah satu program yang paling dinantikan adalah Pasar Rilisan Fisik. Sejumlah kolektif dan toko rekaman independen turut ambil bagian, seperti Klaani Musik, Cassette Vandalism, District Six Records, Dirtwave Rekords, demajors Pontianak, hingga Toko Rekaman EnamEmpat.

Pengunjung bisa menjelajahi berbagai rilisan, mulai dari vinil, kaset, CD, hingga edisi koleksi dari skena lokal dan nasional. Aktivitas ini tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga ruang berbagi pengetahuan antar kolektor dan penikmat musik.

Baca Juga : Saka Gin Ubah Persepsi Standar Minuman Premium di Indonesia

Selain pasar musik, program Dengar Bersama oleh Rakata menghadirkan pengalaman mendengarkan musik secara kolektif. Beberapa rilisan yang akan diputar di antaranya karya Boots 98, Sindevourer, Stromberry Blue, dan Manjakani.

Program ini mengajak pengunjung kembali menikmati musik secara utuh, di tengah tren konsumsi musik yang serba cepat dan instan.

Rangkaian acara juga dilengkapi dengan sesi diskusi “Berbincang” oleh Amplitudo. Dua topik utama yang diangkat yakni “Mengoleksi untuk Pemula” dan “Record Store Day dan Inisiatif Rilisan Lokal”. Diskusi ini membahas cara memulai koleksi sekaligus peran rilisan fisik dalam ekosistem musik independen.

Di sisi pertunjukan, panggung Tune On akan diramaikan oleh penampilan Disturbing Noise, Lullavile, Stromberry Blue, dan Manjakani. Kehadiran musisi ini menambah atmosfer perayaan yang tidak hanya fokus pada koleksi, tetapi juga ekspresi musik secara langsung.

Selain itu, berbagai tenant merchandise seperti Kollase Goods, Slavery Merch, dan Srikaya Fabriek turut meramaikan acara. Pengunjung juga dapat menikmati pameran arsip rilisan fisik Pontianak oleh Ptk Archive, rilisan khusus RSD Indonesia 2026, hingga aktivitas live sablon oleh White Sand.

Baca Juga : Orkes Bahagia Meriahkan Naik Dango, Ribuan Warga Pontianak Joget Bersama

Perwakilan rsdptk, Yudhi Vandalism, menegaskan bahwa Record Store Day Pontianak sejak awal tidak hanya dirancang sebagai ruang transaksi.

Menurutnya, perayaan ini merupakan cara merayakan musik secara bersama melalui interaksi, pertemuan, dan pengalaman yang lebih hangat.

“Event ini bukan hanya sekadar ruang jual beli rilisan fisik atau pertunjukan musik, tetapi bagaimana musik dirayakan bersama, tanpa batasan, atas satu kesamaan minat,” ujarnya.

Tema Analog Culture Revival menjadi refleksi atas upaya menghidupkan kembali cara menikmati musik yang lebih lambat, sadar, dan personal.

Record Store Day merupakan gerakan internasional yang dimulai pada 2007 dan pertama kali digelar pada 2008 untuk merayakan keberadaan toko rilisan fisik independen.

Di Indonesia, perayaan ini pertama kali digelar pada 2012 oleh Monka Magic di Jakarta. Sejak itu, kegiatan ini terus berkembang di berbagai kota dengan pendekatan berbasis komunitas.

Kini, Record Store Day Pontianak menjadi salah satu contoh bagaimana gerakan global tersebut diadaptasi secara lokal, tidak hanya merayakan rilisan fisik, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas musik. (ndo)

Sukses Lancar Rezeki Sukses Tangkap Maling di Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Band punk rock asal...

Band punk Sukses Lancar Rezeki tampil penuh energi di showcase Port 99 Pontianak disambut penonton.

Habe Fest Digelar, Konser Tanjidor di Atas Sampan Bikin Heboh Sungai Jawi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Grup Tanjidor Sumber Rezeki...

Penampilan Grup Tanjidor Sumber Rezeki di atas sampan saat Habe Fest 2026 di Sungai Jawi Pontianak.

Tiba-Tiba Concert Batal, Sal Priadi Gagal Manggung di Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kabar kurang menyenangkan datang...

Pengumuman pembatalan Tiba Tiba Concert Vol. 2 yang membuat Sal Priadi batal tampil di Pontianak.

Joget Bareng Orkes Bahagia Meriahkan Penutupan Saprahan Khatulistiwa 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana penutupan Saprahan Khatulistiwa...

Penampilan Orkes Bahagia menjadi penutup Saprahan Khatulistiwa di Ayani Megamal.

Kami Berlayar Tur 2026: Manjakani Sapa 6 Kota di Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Duo folk-pop asal Pontianak,...

Duo Manjakani resmi memulai Kami Berlayar Tur 2026 di 6 kota di Kalimantan Barat.

Orkes Bahagia Meriahkan Naik Dango, Ribuan Warga Pontianak Joget Bersama

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ribuan masyarakat memadati panggung...

Orkes Bahagia ikut memeriahkan panggung Naik Dango Pontianak disambut meriah ribuan penonton.

berita terkini