Registrasi SIM Biometrik Berlaku, Pakar Ingatkan Risiko Kebocoran Data

Ilustrasi - registrasi kartu SIM berbasis biometrik menggunakan pemindaian wajah dan sidik jari di Indonesia.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi mewajibkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik mulai tahun ini. Kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tersebut ditujukan untuk menekan kejahatan digital sejak tahap pendaftaran pengguna layanan seluler.

Langkah ini dinilai mampu mempersulit praktik penggunaan identitas palsu yang kerap dimanfaatkan untuk penipuan. Namun, para pakar keamanan siber mengingatkan bahwa efektivitas sistem biometrik sangat bergantung pada tata kelola dan perlindungan data yang diterapkan pemerintah dan operator.

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengatakan teknologi biometrik efektif untuk memutus anonimitas palsu di tahap awal registrasi. Dengan verifikasi sidik jari atau wajah, praktik “SIM farm” yang menggunakan ribuan nomor untuk kejahatan menjadi jauh lebih sulit dilakukan.

“Biometrik mampu menekan penggunaan identitas palsu yang selama ini marak dipakai untuk penipuan SMS dan panggilan telepon,” ujar Pratama, Minggu (1/2/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa biometrik bukan solusi tunggal untuk memberantas seluruh bentuk kejahatan digital. Modus penipuan berbasis rekayasa sosial seperti phishing, penipuan investasi, atau manipulasi psikologis masih bisa terjadi meski nomor sudah terverifikasi secara sah.

Di sisi lain, penggunaan data biometrik juga menyimpan risiko besar. Berbeda dengan kata sandi yang bisa diganti, data biometrik bersifat permanen dan tidak dapat diubah jika terjadi kebocoran. Menurut Pratama, potensi kerawanan justru sering muncul pada tahap perekaman data di gerai registrasi, integrasi sistem antarlembaga, serta akses pihak ketiga yang tidak diaudit secara ketat.

“Tanpa audit keamanan independen dan prinsip minimisasi data, biometrik bisa menjadi beban risiko privasi baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Pengalaman sejumlah negara menunjukkan pendekatan yang beragam dalam penerapan identitas digital. Singapura memilih verifikasi terpusat tanpa membiarkan operator menyimpan data biometrik secara mandiri, sementara Uni Eropa sangat membatasi penggunaan biometrik dan mengedepankan penegakan hukum serta analitik risiko. India melalui sistem Aadhaar dinilai berhasil secara skala, namun sempat menuai kritik akibat kebocoran data dan kendala teknis.

Baca Juga : Wamen Komdigi Ingatkan Bahaya Zero Click Attack, Ancaman Siber Kian Nyata di Era AI

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menambahkan bahwa standar enkripsi menjadi kunci utama keamanan data biometrik. Jika dienkripsi sesuai standar internasional, data yang bocor tidak mudah dimanfaatkan oleh peretas. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antaroperator seluler agar pemblokiran nomor bermasalah bisa dilakukan secara serentak dan efektif.

“Kalau satu operator memblokir tapi operator lain masih lolos, itu kebijakan setengah jalan. Harus ada basis data terpusat dan mekanisme bersama,” tegas Alfons.

Kemkomdigi melalui program SEMANTIK atau Senyum Nyaman dengan Biometrik berharap kebijakan ini dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman dan bersih. Namun, pemerintah juga dituntut memastikan keamanan data, menjaga inklusivitas bagi lansia dan masyarakat di daerah terpencil, serta melakukan audit keamanan secara berkala dan transparan.

Kejahatan digital mungkin tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi dengan pengelolaan biometrik yang tepat dan akuntabel, ruang gerak pelaku kejahatan diyakini akan semakin terbatas. *

 

Sumber :

InfoPublik

KPK Dalami Korupsi Komisi Asuransi PT Pelni, Empat Tersangka Ditahan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Empat tersangka kasus dugaan korupsi komisi asuransi PT Pelni dan Jasindo saat menjalani penahanan di Gedung Merah Putih KPK.

Kopilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Aparat gabungan Bea Cukai...

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta dan Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti 26 kilogram ekstasi dan sabu dalam kasus penangkapan kopilot Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.

Satgas TMMD Bersama Warga Taklukkan Medan Terjal untuk Sukseskan Pengecoran Jalan

BERIKABARNEWS l PURWOREJO – Satgas TMMD Reguler ke-129...

Satgas TMMD bersama warga menarik arko berisi material saat melintasi medan terjal untuk mendukung pengecoran jalan di Desa Watuduwur, Purworejo.

Pasokan Air Terjaga, Pengecoran Jalan TMMD Reguler 129 di Watuduwur Berjalan Lancar

BERIKABARNEWS l PURWOREJO – Pasokan air untuk mendukung...

Kapten Inf Eko Setiawan memastikan pasokan air untuk pengecoran jalan TMMD Reguler ke-129 tetap lancar.

Satgas TMMD dan Warga Kompak Manfaatkan Kayu Bercabang untuk Angkut Material di Medan Terjal

BERIKABARNEWS l PURWOREJO – Kekompakan anggota Satgas TMMD...

Anggota Satgas TMMD bersama warga menarik arko bermuatan material menggunakan kayu bercabang di medan terjal Desa Watuduwur, Purworejo.

MK Minta Pemerintah Pisahkan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) meminta...

Distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta didik.

berita terkini