BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Umum HKTI Kalbar, Ria Norsan, mendorong anak muda terjun ke bisnis pertanian dan mengembangkan agribisnis secara modern.
Dorongan itu disampaikan Ria Norsan saat memimpin rapat kerja HKTI Kalbar di Pendopo Kalbar, Sabtu (15/8/2026). Rapat tersebut membahas penguatan sektor agribisnis serta peningkatan peran generasi muda dalam pertanian.
Ria Norsan menilai keterlibatan petani milenial penting untuk menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Ikuti Sidang Tahunan MPR, Ria Norsan Tekankan Penguatan Persatuan dan Potensi Daerah
Ria Norsan mengatakan generasi muda tidak hanya perlu menjadi pelaku usaha tani konvensional. Mereka juga harus didorong menjadi agripreneur yang mampu mengelola pertanian sebagai bisnis.
Pengembangan agripreneur muda dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan manajemen modern. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat daya saing produk, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
HKTI Kalbar juga diarahkan memperluas pembinaan ke berbagai sektor. Cakupannya tidak hanya tanaman pangan seperti padi, tetapi juga perkebunan, peternakan, dan kehutanan.
Baca Juga : Program MBG di Kalbar Diperkuat, Gubernur Ria Norsan Tekankan Sinergi dan Pengawasan
Salah satu komoditas yang turut menjadi perhatian ialah kratom yang memiliki potensi pasar internasional. Ria Norsan menilai komoditas tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik.
“Oleh karena itu, cakupan kerja HKTI tidak hanya berfokus pada tanaman padi saja, melainkan mencakup berbagai bidang luas seperti perkebunan, peternakan, hingga sektor kehutanan, termasuk tata kelola komoditas Kratom yang banyak diekspor,” tegas Ria Norsan.
Menurutnya, penguatan peran anak muda dan perluasan sektor agribisnis dapat mendorong pertanian Kalimantan Barat menjadi lebih produktif, bernilai tambah, dan berdaya saing.*
