BERIKABARNEWS l KUCHING – Pemerintah Sarawak menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Kalimantan Barat (Kalbar).
Timbalan Menteri Perancangan Bandar, Pentadbiran Tanah dan Alam Sekitar Sarawak, Datuk Len Talif Salleh, mengatakan bantuan akan diberikan sesuai kapasitas yang dimiliki. Sarawak juga terbuka membantu apabila Pemerintah Indonesia mengajukan permintaan penanganan di lapangan.
“Kami tetap terbuka untuk memberikan bantuan kepada mereka,” ujar Len Talif yang dikutip dari Suara Sarawak.
Selain kesiapan membantu Indonesia, Pemerintah Sarawak juga mempertimbangkan operasi penyemaian awan (cloud seeding) untuk menghadapi cuaca panas dan kabut asap.
Baca Juga : Diguyur Hujan Dua Hari, Udara Kuching Berangsur Baik
Operasi tersebut direncanakan dapat dilakukan paling cepat pada September 2026. Penyemaian awan diharapkan dapat meningkatkan curah hujan sekaligus membantu menambah cadangan air di sejumlah bendungan.
Len Talif mengatakan pelaksanaan penyemaian awan masih menunggu evaluasi dan pemantauan teknis dari otoritas terkait. Sementara itu, pasokan air bersih untuk masyarakat Sarawak dipastikan masih terkendali.
Len Talif mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan cuaca melalui informasi resmi Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia).
Baca Juga : 60 Tahun Perjanjian Damai, Sarawak Kenang Pengorbanan Veteran Konfrontasi
Berdasarkan perkiraan awal, kondisi cuaca kering dan berasap berpotensi berlangsung hingga Desember, meski hujan diperkirakan masih turun secara berkala.
Ia berharap pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan terbuka dapat diperketat untuk mengurangi dampak kabut asap. Kondisi kualitas udara di Sarawak saat ini masih dilaporkan terkendali.
Terkait pencemaran udara lintas batas, Sarawak terus berkomunikasi dengan pihak terkait di Indonesia. Koordinasi dengan Pemerintah Federal Malaysia juga dilakukan untuk mencari langkah terbaik dalam menangani persoalan kabut asap di wilayah perbatasan kedua negara.*
