BERIKABARNEWS l VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan pesan Natal dunia dengan seruan kuat untuk menghentikan konflik bersenjata yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, khususnya di Gaza dan Ukraina. Dalam pidato tradisional Urbi et Orbi dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus menekankan bahwa perang hanya memperdalam penderitaan kemanusiaan dan menjauhkan harapan akan perdamaian.
Paus Leo XIV menyoroti kondisi warga Palestina di Gaza yang harus bertahan hidup di tenda-tenda darurat di tengah cuaca ekstrem. Menurutnya, hujan, angin, dan suhu dingin yang berkepanjangan semakin memperparah nasib warga sipil yang sudah lama hidup dalam keterbatasan.
“Bagaimana mungkin kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza yang selama berminggu-minggu terpapar hujan, angin, dan dingin?” ujar Paus Leo XIV di hadapan puluhan ribu umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.
Dalam pesannya, Paus juga menyinggung konflik berkepanjangan di Ukraina serta sejumlah wilayah lain seperti Sudan, Thailand, dan Kamboja. Ia menggambarkan rakyat Ukraina sebagai korban kekerasan yang terus berulang dan menyerukan agar senjata segera dibungkam.
Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog yang jujur dan saling menghormati. Ia mengajak semua pihak yang bertikai, dengan dukungan komunitas internasional, untuk memilih jalan perundingan daripada kekerasan yang tak berkesudahan.
Isu Imigrasi dan Tekanan Ekonomi di Inggris
Pesan Natal bernada reflektif juga bergema dari Inggris. Dame Sarah Mullally, Uskup London yang akan menjadi perempuan pertama memimpin Gereja Inggris, menyoroti isu imigrasi yang dinilainya telah memecah belah masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai kemanusiaan seharusnya menjadi dasar persatuan di tengah perbedaan.
Dalam khotbahnya di Katedral St. Paul, Dame Sarah turut menyinggung tekanan ekonomi yang membuat banyak keluarga kesulitan mendapatkan hunian layak. Ia juga menyoroti perdebatan sosial yang sensitif, termasuk isu assisted dying, menjelang dirinya resmi menjabat sebagai pemimpin Gereja Inggris pada Januari mendatang.
Baca Juga : Christmas Movie Trail, Wisata Film Natal Populer di Connecticut
Sementara itu, Uskup Agung York Stephen Cottrell membagikan pengalaman pahitnya saat mengunjungi Tanah Suci awal tahun ini. Ia mengaku mengalami intimidasi dari kelompok bersenjata serta pembatasan akses di wilayah konflik, yang menurutnya mencerminkan rapuhnya kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Cottrell memperingatkan bahwa menutup pintu bagi pengungsi dan tunawisma sama artinya dengan mengabaikan nilai kasih dan harapan. Ia juga menyoroti generasi muda yang tumbuh tanpa kepastian masa depan akibat konflik yang berkepanjangan.
Di tengah perayaan Natal di Inggris, Raja Charles III dijadwalkan menyampaikan pesan Natal tahunannya yang direkam di Westminster Abbey. Raja bersama anggota Keluarga Kerajaan turut menghadiri kebaktian Natal tradisional di Sandringham, menandai perayaan hari raya dengan nuansa kebersamaan.*
Sumber :
Skynews
