BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Harga Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram, atau “gas melon”, di Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, menjadi sorotan Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto.
Dialog langsung dengan warga mengungkap bahwa harga gas melon di wilayah tersebut mencapai Rp35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sukiryanto menegaskan kenaikan ini menjadi perhatian serius.
“Di sini harga Elpiji masih sekitar Rp35 ribu. Padahal, harga resmi dari pemerintah tidak setinggi itu. Hal ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” tegasnya saat meninjau operasi pasar murah di Dusun Meranti I, Desa Puguk, Minggu (8/3/2026).
Wabup Sukiryanto menilai alasan biaya angkut yang sering dijadikan dalih kenaikan harga tidak masuk akal. Ia membandingkan dengan biaya pengiriman komoditas lain, seperti semen, yang hanya berkisar Rp5.000–Rp10.000 per sak ke wilayah yang sama. Jika harga gas melon naik hingga selisih Rp17.000 dari harga normal, kenaikan ini dianggap tidak wajar.
“Artinya kenaikannya sudah lebih dari separuh harga asli. Ini perlu diteliti kembali, baik di tingkat pengecer maupun pangkalan. Jangan sampai subsidi negara justru dijadikan ladang keuntungan pribadi yang berlebihan,” tambahnya.
Baca Juga : PT DIB Bagikan CSR untuk Anak Yatim dan Warga Prasejahtera Kayong Utara
Untuk memutus rantai harga yang membebani warga, Sukiryanto meminta seluruh aparatur desa dan kecamatan lebih proaktif melakukan pengawasan. Sinergi antara kepala desa, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci.
“Pak Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, dan camat harus rutin memantau fluktuasi harga, terutama bahan pokok dan Elpiji. Jangan sampai masyarakat terus terbebani oleh permainan harga di pasar,” tegasnya.
Selain gas melon, Wabup Sukiryanto juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H. Ia menekankan agar pasokan aman dan harga tetap terjangkau, mengantisipasi oknum yang mencoba menaikkan harga secara sepihak.
“Untuk sembako, mari kita sama-sama pantau pergerakannya. Kita harus pastikan pasokan aman dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat hingga Lebaran nanti,” pungkasnya.*
Sumber :
Prokopim KKR
