BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Mahasiswa diminta tidak sekadar menjadi penonton, melainkan tampil sebagai pemeran utama dalam mengelola potensi sumber daya alam (SDA) melalui jalur kewirausahaan.
Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan Badan Koordinasi Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (BAKORDA HIPMI PT) Kalimantan Barat periode 2026–2028 di Pendopo Gubernur, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Wagub menekankan pentingnya penguatan sektor industri pengolahan dan ekonomi kreatif agar nilai tambah produk lokal dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Hingga Triwulan IV-2025, struktur ekonomi Kalimantan Barat masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,92 persen.
“Saya ingin anak-anak muda, khususnya pengusaha muda HIPMI Perguruan Tinggi, menjadi pemeran utama, bukan figuran dalam mengelola sumber daya alam di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti rasio kewirausahaan nasional yang pada 2025 masih berada di angka 3,29 persen, berdasarkan data Kementerian UMKM. Padahal, untuk mencapai kategori negara maju, rasio ideal berada di kisaran 4 hingga 5 persen.
Menurutnya, peluang untuk melahirkan wirausaha baru masih sangat terbuka. Mahasiswa didorong berani menangkap peluang usaha serta memanfaatkan akses pembiayaan, baik melalui perbankan daerah maupun lembaga keuangan lainnya.
“Laksanakan kewajiban dengan profesionalisme. HIPMI Perguruan Tinggi memiliki keunggulan sumber daya manusia yang terdidik dan potensial,” tambahnya.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah
Sementara itu, Ketua Umum BAKORDA HIPMI PT Kalbar periode 2026–2028, Bintang Nugrah Pratama, menyatakan komitmennya menjadikan organisasi sebagai wadah pengembangan kapasitas entrepreneur mahasiswa.
Ia menyebut, sejumlah program strategis telah disiapkan, di antaranya edukasi nilai kewirausahaan di lingkungan kampus, pelaksanaan Ramadan Fest berupa bazar terpusat di Pontianak, serta kolaborasi antar-kampus dengan menyediakan stand bagi mahasiswa untuk memasarkan produk.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan pemerintah dan sinergi lintas kampus, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat struktur ekonomi Kalimantan Barat ke depan.*
Sumber :
MC Kalbar
