BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana akhir pekan di Kota Pontianak terasa berbeda, Sabtu (23/5/2026) pagi. Para wali kota dan perwakilan pemerintah kota se-Kalimantan kompak mengayuh sepeda mengelilingi sejumlah ruas jalan utama Kota Pontianak dalam rangkaian Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan.
Kegiatan gowes bersama tersebut diikuti sembilan pemerintah kota yang tergabung dalam Komwil V Regional Kalimantan, yakni Kota Balikpapan, Banjarbaru, Banjarmasin, Bontang, Palangkaraya, Pontianak, Tarakan, Samarinda dan Singkawang.
Rombongan memulai perjalanan dari Hotel Novotel Pontianak, kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani, Teuku Umar, Diponegoro hingga Jalan Tanjungpura, sebelum berakhir di kawasan waterfront Bank BNI di tepian Sungai Kapuas.
Setibanya di lokasi, para peserta mengikuti kegiatan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Bibit yang ditebar terdiri dari ikan jelawat, ikan patin dan udang galah.

Baca Juga : Sambut Peserta APEKSI se-Kalimantan, Wako Edi Ajak Nikmati Kuliner Khas Pontianak
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah Kota Pontianak kepada para tamu dari berbagai daerah di Kalimantan.
Menurutnya, Pontianak terus berbenah menjadi kota yang hijau, bersih dan tertata sehingga memberikan kesan positif bagi para pengunjung.
“Para peserta melihat langsung bagaimana Kota Pontianak yang hijau, bersih dan tertata. Ini menjadi kesan positif bagi tamu yang datang ke Pontianak,” ujarnya.
Edi menambahkan, kegiatan penebaran benih ikan juga memiliki makna penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai di Kota Pontianak.
“Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya,” katanya.
Baca Juga : Wali Kota Edi Tekankan Pentingnya Bela Negara di Era Digital
Usai kegiatan di waterfront, para tamu disuguhi beragam kuliner khas Pontianak. Menu yang disajikan antara lain bubur kampung, lontong sayur, roti cane, sate kuah, chai kue, kue lupis hingga pisang goreng.
Selain mempererat silaturahmi antar kepala daerah, forum Raker Komwil V Regional Kalimantan juga membahas sejumlah isu strategis pembangunan daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Edi optimistis pemerintah kota di Kalimantan tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan kerja sama antardaerah.
“Melalui forum ini, kita saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama agar pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota Kalimantan tetap berjalan optimal,” pungkasnya.*
