Wali Kota Edi: Raker APEKSI Jadi Wadah Cari Solusi Fiskal Kota-Kota di Kalimantan

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga selaku Ketua Komwil V APEKSI Regional Kalimantan saat diwawancarai awak media.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan Tahun 2026 menjadi ruang penting bagi pemerintah kota untuk mencari solusi bersama atas tantangan fiskal daerah.

Mengangkat tema “Fiskal Tangguh, Kota Tumbuh”, forum ini dinilai sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi kota-kota di Kalimantan saat ini, terutama terkait keterbatasan ruang fiskal dan ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

Edi yang juga menjabat Ketua Komwil V APEKSI Regional Kalimantan menyebut, sejumlah daerah di Kalimantan menghadapi persoalan serupa, mulai dari rendahnya kemandirian fiskal hingga kesenjangan kapasitas antarwilayah.

Menurutnya, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antarkota dalam mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat. Kita harus mampu memperkuat kapasitas pembiayaan dari kekuatan ekonomi daerah kita sendiri,” ujarnya saat membuka Raker di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Baca Juga : Wali Kota se-Kalimantan Gowes Keliling Pontianak, Tanam Pohon dan Tabur Bibit Ikan

Edi menegaskan, ketahanan fiskal daerah tidak lagi cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan mengelola anggaran, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi daerah secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, pengelolaan pendapatan daerah menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, termasuk melalui optimalisasi sumber pendapatan yang sudah ada dan penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan.

Di Kota Pontianak sendiri, berbagai inovasi telah dilakukan untuk memperkuat pendapatan daerah, salah satunya melalui digitalisasi sistem pajak dan retribusi berbasis e-PONTI. Sistem ini disebut mampu meningkatkan transaksi perpajakan rata-rata 11,37 persen setiap tahun.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga menerapkan Online Tax Monitoring (OTM) yang mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak dari 65 persen menjadi 85 persen.

“Digitalisasi menjadi bagian penting untuk memperkuat pendapatan daerah agar lebih transparan, efektif, dan akuntabel,” jelas Edi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Selain digitalisasi pajak, Pemkot Pontianak juga mengembangkan diversifikasi pendapatan melalui pemetaan berbasis spasial atau QROP Spasial, yang mengintegrasikan data lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Dari sisi pengelolaan aset, pemerintah kota telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) serta menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri untuk pengamanan aset daerah.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pondasi fiskal daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan kota.

Baca Juga : Sambut Peserta APEKSI se-Kalimantan, Wako Edi Ajak Nikmati Kuliner Khas Pontianak

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Alwis Rustam, menilai Komwil V APEKSI Regional Kalimantan sebagai salah satu komwil yang paling aktif dalam memberikan masukan terhadap isu-isu strategis daerah.

Ia menyebut berbagai rekomendasi dari komwil telah disampaikan ke sejumlah kementerian hingga pemerintah pusat, termasuk terkait isu pembangunan sejak sebelum hingga berjalannya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, forum Komwil menjadi penting karena mampu menangkap persoalan daerah secara lebih detail dan tidak disamaratakan dalam kebijakan nasional.

“Komwil ini ujung tombak untuk melihat persoalan secara regional dan lebih detail. Kita tidak ingin kebijakan untuk daerah digeneralisasi,” ujarnya.

Alwis juga menambahkan, Raker APEKSI menjadi ruang penting bagi pembelajaran antardaerah, di mana kota-kota dapat saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan.

“Forum ini bukan hanya formal, tetapi juga ruang pembelajaran horizontal antarkota dan antarperangkat daerah,” pungkasnya.*

Penyapu Jalan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Pontianak, Petugas Terima Sembako

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Penyapu jalan menjadi garda...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat penyerahan sembako kepada para petugas kebersihan dalam rangkaian Gerakan Indonesia Asri di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).

Maulid Akbar Jadi Momentum Doakan Pontianak Tetap Rukun dan Dijauhkan dari Bencana

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri Maulid Akbar dan milad ke-9 Majelis Ansharul Mustafa di kawasan Alun-alun Kapuas.

Singkawang Gelar PKD 2026, Budaya Jadi Kekuatan Pembangunan

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang menggelar...

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Wakil Wali Kota Muhammadin membuka Pekan Kebudayaan Daerah Singkawang 2026 di depan Kantor Wali Kota. (Foto: Prokopim SKW)

Rembuk Budaya APEKSI 2026, Edi Kamtono Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi Kota

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Wali Kota Pontianak Edi...

2. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam pembukaan Rembuk Budaya APEKSI 2026 di Singkawang, Kamis (15/10/2026) malam.

Sekda Amirullah Dorong Pengelolaan BLUD Pontianak Lebih Akuntabel

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak,...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Sosialisasi Penyusunan Laporan Keuangan BLUD di Aula Sultan Syarif Abdurahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Revitalisasi Sekolah Pontianak, Puluhan Sekolah Terima Bantuan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Program revitalisasi sekolah dari...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat bercengkrama dengan siswa SDN 28 Pontianak, Kamis (15/10/2026).

berita terkini