WHO: Risiko Virus Nipah Rendah, Tak Perlu Pembatasan Perjalanan

Ilustrasi - Virus Nipah

BERIKABARNEWS l JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa risiko penyebaran virus Nipah ke wilayah yang lebih luas masih tergolong rendah. Menyikapi kemunculan kasus terbaru di India, WHO menyatakan belum ada kebutuhan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan maupun perdagangan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan WHO pada Jumat, seiring meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara di Asia. Seperti dilaporkan Reuters, beberapa otoritas kesehatan regional mulai memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap pendatang internasional sebagai langkah antisipasi dini.

WHO menjelaskan bahwa meskipun virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, karakteristik penularannya berbeda dengan virus pernapasan seperti influenza atau COVID-19. Penularan antarmanusia umumnya membutuhkan kontak dekat dan berkepanjangan dengan individu yang terinfeksi, sehingga peluang terjadinya wabah global dinilai relatif kecil.

Meski demikian, WHO tetap mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk menjaga kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan. Pendekatan berbasis risiko dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat.

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah diketahui sebagai inang alami virus ini, sementara penularan juga dapat terjadi melalui hewan ternak seperti babi. Pada manusia, infeksi Nipah dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan akut, hingga peradangan otak atau ensefalitis.

Baca Juga : Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga Pontianak

Berdasarkan catatan wabah sebelumnya, tingkat kematian akibat virus Nipah tergolong tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada kesiapan layanan kesehatan dan penanganan kasus di masing-masing wilayah.

Sejak dilaporkannya dua kasus di India, sejumlah negara Asia meningkatkan pemantauan di bandara dan titik masuk internasional, khususnya bagi pelaku perjalanan dari daerah terdampak. WHO mendukung langkah pencegahan tersebut selama dilakukan secara proporsional dan berbasis bukti ilmiah.

Saat ini, WHO terus bekerja sama dengan pemerintah India untuk memperkuat surveilans, pelacakan kontak, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan. WHO juga mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan mengikuti panduan kesehatan resmi guna menjaga keamanan kesehatan global.*

 

Sumber :

Reuters

Bandara Asia Siaga Tinggi, Waspada Penyebaran Virus Nipah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Sejumlah bandara utama di...

Kelelawar buah sebagai inang alami dan penyebar virus Nipah

Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan...

Dokter Nihayatus Solikhah saat memberikan sosialisasi dampak kabut asap bagi kesehatan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak

RS Normah Kuching Raih ASEAN Healthcare Leadership Excellence Award di Jakarta

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Normah Medical Specialist Centre...

Manajemen RS Normah Kuching menerima ASEAN Healthcare Leadership Excellence Award di Jakarta

Aman Berpuasa bagi Diabetesi, Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Penyandang diabetes atau diabetesi...

Edukator kesehatan RSUD SSMA Kota Pontianak menjelaskan tanda bahaya puasa bagi penyandang diabetes.

Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Terkendali

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI...

Ilustrasi -Perkembangan kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia. (Freepik)

Stratifikasi Risiko Jadi Kunci Puasa Aman bagi Penderita Diabetes

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ibadah puasa Ramadhan maupun...

Edukasi stratifikasi risiko puasa aman bagi penderita diabetes oleh RSUD SSMA Pontianak

berita terkini