Pemprov Kalbar Dukung Program Sabuk Hijau Khatulistiwa

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima audiensi Li-Bapan terkait program Sabuk Hijau Khatulistiwa. (MC Kalbar)

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menjajaki peluang kolaborasi strategis dalam pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini diawali dengan audiensi antara Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dan Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) di Pontianak, Senin (19/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Li-Bapan memaparkan program bertajuk Sabuk Hijau Khatulistiwa, sebuah konsep reklamasi lahan yang mengedepankan keseimbangan antara pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal.

Ketua Li-Bapan, Stefanus Febyan Babaro, menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni Aren Smulen ST-1 dan pohon beringin. Pohon aren dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, sejalan dengan kebijakan pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan.

“Pohon aren memiliki nilai tambah yang besar, baik dari sisi ekonomi maupun dukungannya terhadap program energi terbarukan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, pohon beringin difungsikan sebagai penyangga ekosistem untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan keberlanjutan kawasan reklamasi dalam jangka panjang.

Baca Juga : Wagub Kalbar Tegaskan Pendidikan Pondasi Masa Depan di Wisuda Santri Kubu Raya

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap program Sabuk Hijau Khatulistiwa. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah serta program prioritas pemerintah pusat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Pemprov Kalbar sangat mendukung gagasan ini. Kami akan menindaklanjuti dengan menyinkronkan langkah-langkah teknis agar program ini dapat segera direalisasikan,” tegas Ria Norsan, didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Sebagai tindak lanjut, Li-Bapan akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan detail teknis pelaksanaan di lapangan.

Program Sabuk Hijau Khatulistiwa diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga non-pemerintah dan pemerintah dalam memulihkan lahan sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat secara berkelanjutan. *

Hardiknas 2026, Gubernur Ria Norsan Genjot Akses Pendidikan Kalbar, Target Zero Dropout

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional...

Gubernur Kalbar Ria Norsan mendorong akses pendidikan dan program zero dropout.

Bimtek Hanura Perdana di Kalbar Dongkrak Ekonomi, Ria Norsan Apresiasi OSO

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Suasana pembukaan Bimtek Hanura di Pontianak yang dihadiri Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan OSO, di Hotel Novotel Pontianak (1/5/2026).

May Day 2026, Ria Norsan Tekankan Perlindungan dan Hak Buruh

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Peringatan Hari Buruh Internasional...

Gubernur Ria Norsan saat kunjungan ke Disnakertrans Kalbar pada May Day 2026 membahas perlindungan buruh.

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Kesejahteraan Buruh Kalbar Jadi Prioritas

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Peringatan Hari Buruh Internasional...

Gubernur Ria Norsan menyampaikan pesan May Day 2026 tentang kesejahteraan buruh Kalbar.

OSO: Legislator Harus Berani dan Berpihak pada Rakyat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua Umum Partai Hanura,...

Osman Sapta Odang membuka Bimteknas Hanura di Pontianak bersama Yusril Ihza Mahendra, (1/4/2026).

Wagub Krisantus Dorong Percepatan Tol Pontianak–Kijing dan Infrastruktur Strategis

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Koordinator Infrastruktur di Jakarta.

berita terkini