BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Olahraga domino di Indonesia memasuki babak baru setelah resmi ditetapkan sebagai cabang olahraga (cabor) nasional pada awal Januari 2026. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Barat langsung bergerak cepat menyusun langkah strategis guna memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan organisasi.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat pengurus ORADO Kalbar yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aming Hutan Kota, Jalan Veteran, Pontianak. Rapat ini menjadi tonggak awal transformasi domino dari permainan rakyat menjadi olahraga prestasi yang terstruktur dan berdaya saing.
Ketua ORADO Kalbar, Mohamad Qadhafy, SH, menyampaikan bahwa perubahan status domino sebagai cabor nasional menuntut kesiapan organisasi secara menyeluruh, baik dari sisi manajerial, pembinaan, maupun penyelenggaraan kompetisi.
“Dengan ditetapkannya domino sebagai cabang olahraga nasional, ORADO memiliki peran strategis. Fokus kami adalah pembinaan atlet, peningkatan kualitas dan sertifikasi wasit, serta penyelenggaraan kejuaraan resmi yang berjenjang,” ujar Mohamad Qadhafy.
Dengan terbentuknya Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO), diharapkan posisi domino semakin kuat dalam ekosistem olahraga nasional hingga internasional.
Selain penguatan organisasi, ORADO Kalbar juga menegaskan pentingnya aspek legalitas dan moralitas.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa permainan domino yang berada di bawah naungan organisasi resmi dinyatakan halal, selama tidak mengandung unsur perjudian, taruhan, maupun praktik maksiat lainnya.
Penegasan ini menjadi bagian dari upaya ORADO Kalbar dalam menghapus stigma negatif terhadap domino dan membangun citra sebagai olahraga prestasi yang memiliki payung hukum serta sistem pembinaan yang jelas.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Dukung Program Sabuk Hijau Khatulistiwa
Ke depan, ORADO Kalbar akan memfokuskan program kerja pada pembinaan atlet muda di seluruh Kalimantan Barat, pelatihan dan peningkatan kapasitas wasit, serta persiapan menghadapi kejuaraan nasional (Kejurnas).
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet domino berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai industri olahraga baru yang sehat dan kompetitif. Kami mengajak generasi muda Kalimantan Barat untuk bergabung dan tumbuh bersama dalam semangat olahraga prestasi,” tutupnya. (ndo)
