BERIKABARNEWS l – Amazon resmi mengumumkan rencana pembangunan pusat data (data center) baru di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat. Perusahaan teknologi berbasis di Seattle itu menyiapkan investasi sebesar US$12 miliar atau sekitar Rp180 triliun untuk memperkuat infrastruktur digitalnya, khususnya di wilayah barat laut negara bagian tersebut.
Proyek ini diproyeksikan menciptakan sedikitnya 540 lapangan kerja penuh waktu, serta ratusan peluang tambahan bagi tenaga pendukung seperti teknisi listrik, teknisi pendingin (HVAC), dan sektor logistik. Pembangunan ini menjadi bagian dari ekspansi besar Amazon dalam menjawab lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI), cip komputer, serta infrastruktur komputasi awan.
Dalam laporan keuangan kuartal keempat, Amazon juga mengumumkan lonjakan belanja modal tahun ini menjadi US$200 miliar, naik signifikan dibandingkan US$131 miliar pada 2025. Namun, peningkatan investasi tersebut mendapat respons hati-hati dari pasar.
Saham Amazon tercatat turun 2,7 persen ke level US$204,47 pada perdagangan Senin, dengan penurunan sekitar 9 persen sejak awal tahun. Investor mulai mencermati risiko potensi “gelembung AI” di tengah derasnya komitmen belanja teknologi global.
Baca Juga : Saham CrowdStrike dan Datadog Anjlok Usai Anthropic Luncurkan Claude Code Security
Pembangunan pusat data kerap memunculkan kekhawatiran terkait beban listrik dan konsumsi air. Menanggapi hal ini, Amazon menyiapkan dana US$400 juta untuk mendukung pembenahan infrastruktur air di sekitar lokasi proyek.
Perusahaan juga menyatakan akan menggunakan air secara efisien hanya untuk kebutuhan pendinginan dan operasional utama.
Selain itu, Amazon menegaskan akan menanggung seluruh biaya pembangunan serta berkoordinasi dengan Southwestern Electric Power Company guna memastikan pasokan listrik tetap stabil tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.
Hingga kini, perusahaan belum memastikan apakah investasi US$12 miliar di Louisiana merupakan bagian dari total belanja modal US$200 miliar atau komitmen tambahan. Meski sahamnya berfluktuasi, langkah ekspansi ini menegaskan agresivitas Amazon dalam memperkuat posisi di tengah persaingan infrastruktur AI global, sembari berupaya menjawab kekhawatiran terkait dampak lingkungan.*
Sumber :
Reuters
