BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Suasana malam di Kabupaten Mempawah terasa lebih semarak pada Sabtu (28/2/2026). Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan resmi membuka Festival Sahur-Sahur 2026 yang ke-23, dirangkai dengan Ramadan Fair ke-5.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar agenda membangunkan warga untuk santap sahur. Festival Sahur-Sahur telah berkembang menjadi simbol kebersamaan sekaligus strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Mempawah.
Pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan suasana perayaan Imlek 2577 dan bulan suci Ramadan. Pemandangan cahaya obor tradisional yang berpadu dengan gemerlap lampion menciptakan atmosfer harmoni yang khas di sudut-sudut kota.
Perpaduan tersebut menjadi gambaran nyata kolaborasi masyarakat Melayu dan Tionghoa di Mempawah. Tradisi lokal dan budaya Tionghoa menyatu dalam satu perayaan yang sarat pesan toleransi dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan kebanggaannya karena Festival Sahur-Sahur kini naik kelas. Event ini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut menegaskan nilai strategis festival dalam mendongkrak citra pariwisata Kalimantan Barat sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.
“Festival Sahur-Sahur kini telah masuk dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026. Ini menunjukkan kegiatan ini memiliki peran penting dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Baca Juga : Safari Ramadan di Mempawah, Ria Norsan: Pelabuhan Kijing Jadi Magnet Ekonomi
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Festival Sahur-Sahur juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM melalui Ramadan Fair. Beragam produk kuliner, kerajinan, hingga ekonomi kreatif lokal dipamerkan dan disambut antusias ribuan pengunjung.
Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Festival ini pun menjadi momentum penting untuk memastikan tradisi tetap lestari sekaligus memberi manfaat nyata bagi warga.
Gubernur berharap, dengan statusnya yang kini masuk dalam kalender event nasional, Festival Sahur-Sahur dapat terus berkembang dan menjadi ikon pariwisata unggulan Kalimantan Barat.
Kemeriahan malam itu menjadi bukti bahwa tradisi dan toleransi adalah fondasi kuat dalam membangun daerah. Harmoni Melayu-Tionghoa di Mempawah tidak hanya memperindah perayaan, tetapi juga memperkuat langkah Kalimantan Barat menuju panggung pariwisata yang lebih luas.*
