Sekda Harisson Temui Massa Aksi, Serap Aspirasi Buruh di Kantor Gubernur

Sekda Kalbar Harisson berdialog dengan massa buruh di depan Kantor Gubernur Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin (4/5/2026) tampak berbeda. Di tengah aksi unjuk rasa yang digelar buruh dan mahasiswa, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, turun langsung menemui massa untuk membuka ruang dialog terbuka.

Kehadiran Sekda di tengah demonstran bukan sekadar simbolis. Ia memilih berdialog langsung guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja, mulai dari ketidakpastian kerja hingga perlindungan hak-hak buruh di lapangan.

Dalam dialog tersebut, buruh menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai mendesak. Kepastian kontrak kerja dan jaminan pensiun menjadi isu utama, seiring masih banyaknya pekerja yang merasa belum memiliki perlindungan finansial jangka panjang.

Baca Juga : Saprahan Khatulistiwa 2026 Dorong UMKM Kalbar Go Global dan Ekonomi Digital

Selain itu, massa juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya di sektor perkebunan sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi di Kalimantan Barat.

“Kami memahami apa yang disampaikan rekan-rekan buruh. Semua aspirasi ini menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Harisson di hadapan massa aksi.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah nyata, tidak hanya menampung aspirasi.

Sejumlah upaya strategis yang akan didorong antara lain mempercepat respons terhadap laporan pelanggaran ketenagakerjaan, memperluas cakupan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta memperketat pengawasan terhadap standar K3 di lapangan.

Penguatan pengawasan ini dinilai penting agar perusahaan benar-benar mematuhi regulasi dan memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja.

Baca Juga : Hardiknas 2026, Momentum Transformasi Pendidikan Kalbar yang Lebih Inklusif

Pemprov Kalbar berharap dialog terbuka ini dapat menjadi langkah awal membangun hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah, buruh, dan pengusaha.

Pendekatan kolaboratif dinilai lebih efektif dalam menciptakan iklim kerja yang sehat dan berkelanjutan.

Harisson menegaskan, perlindungan terhadap buruh bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin tercipta kondisi kerja yang adil, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.*

Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Ajak Rawat Keberagaman

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kawasan Waterfront Kota Pontianak...

Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka Festival Bakcang Pontianak 2026 di kawasan Waterfront Pontianak.

Ekonomi Syariah Jadi Pilar Baru Pertumbuhan, Sekda Harisson Buka RABBANI KHATULISTIWA 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ekosistem keuangan berbasis syariah...

Sekda Kalbar Harisson membuka RABBANI KHATULISTIWA 2026 di Aula Bank Indonesia Pontianak.

Gubernur Ria Norsan Apresiasi Capaian Kalbar Masuk 6 Besar IPKD Nasional

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengikuti validasi pengukuran IPKD dari Kantor Gubernur Kalbar.

Ikuti PENAS XVII, KTNA Kalbar Diharap Perkuat Inovasi Pertanian dan Perikanan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kontingen Kontak Tani Nelayan...

Kontingen KTNA Kalbar saat pelepasan menuju PENAS XVII di Gorontalo untuk mengikuti ajang petani nelayan nasional.

Pemprov Kalbar Perkuat Inovasi Daerah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Rapat koordinasi Bapperida Kalbar membahas penguatan inovasi daerah untuk meningkatkan pelayanan publik.

Lampaui Target, Gubernur Ria Norsan Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Lewat TPAKD Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin Rapat Pleno TPAKD Kalimantan Barat di Balai Petitih Pontianak.

berita terkini