BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tradisi Saprahan yang sarat nilai kebersamaan kini bertransformasi menjadi penggerak ekonomi modern di Kalimantan Barat. Hal ini terlihat dalam pembukaan Saprahan Khatulistiwa 2026 yang digelar meriah di Ayani Megamall, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Bank Indonesia, serta dibuka oleh Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, mewakili Gubernur.
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan pentingnya transformasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan inovasi produk, tetapi juga harus memperkuat kualitas melalui sertifikasi, branding, dan pemanfaatan teknologi digital.
“UMKM harus naik kelas dengan inovasi, peningkatan kualitas, sertifikasi, serta penguatan branding dan digitalisasi,” ujarnya.
Melalui ajang ini, pelaku UMKM juga difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi produk guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Lepas 1.858 Jemaah Haji Kalbar, Pesan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah
Selain penguatan UMKM, Saprahan Khatulistiwa 2026 juga menitikberatkan pada digitalisasi ekonomi melalui penggunaan QRIS.
Dukungan Bank Indonesia dalam mendorong transaksi non-tunai dinilai mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan efisien.
Langkah ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 5,39 persen, menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga : Hardiknas 2026, Momentum Transformasi Pendidikan Kalbar yang Lebih Inklusif
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini mengangkat filosofi saprahan—tradisi makan bersama—sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.
Nilai tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Semangat kebersamaan dalam tradisi saprahan harus menjadi fondasi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambah Harisson.
Baca Juga : Kalbar Food Festival 2026, Sinergi Kuliner dan Kriya Dorong UMKM Naik Kelas
Melalui kolaborasi lintas sektor, Saprahan Khatulistiwa 2026 diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih luas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal agar lebih tangguh dan berdaya saing di era digital.*
