BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggelar operasi pasar murah di Kabupaten Mempawah sebagai langkah konkret mengendalikan harga pangan selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al-Falah, Minggu (1/3/2026), itu turut dihadiri Bupati Mempawah, Erlina.
Pasar murah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga saat bulan suci.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalbar menyiapkan 2.000 paket sembako bersubsidi. Program ini disambut antusias warga karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari harga pasaran.
Satu paket sembako yang semula bernilai Rp120 ribu, disubsidi pemerintah provinsi menjadi Rp90 ribu. Berkat dukungan tambahan dari Bank Kalbar, masyarakat cukup membayar Rp50 ribu per paket.
Paket tersebut berisi komoditas pangan strategis yang paling dibutuhkan selama Ramadan, sehingga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau.
Ria Norsan menegaskan, pengendalian harga pangan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Pemprov Kalbar bekerja sama dengan Perum Bulog dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman dan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah.
“Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, tidak terbebani dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan,” ujar Norsan.
Bupati Erlina juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kalbar yang menjadikan Mempawah sebagai salah satu titik prioritas pasar murah. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam menyambut Ramadan dengan lebih tenang.
Baca Juga : Kultum Subuh di Mempawah, Ria Norsan: Ramadan Momentum ‘Upgrade’ Diri
Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemprov Kalbar dalam mengendalikan inflasi daerah. Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional dan siap melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Dengan harga yang terkendali dan stok yang terjamin, Ria Norsan berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.
“Ketika harga stabil dan kebutuhan tercukupi, masyarakat bisa beribadah dengan lebih tenang,” tutupnya.*
