BERIKABARNEWS l SAMBAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di bulan suci Ramadan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pasar murah bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, turun langsung meninjau kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Camat Tekarang, Kabupaten Sambas, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan potensi inflasi yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pasar murah tersebut, Pemprov Kalbar menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi bagi warga Kecamatan Tekarang. Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, dan gula.
Krisantus menjelaskan bahwa harga paket sengaja dipangkas agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Menjelang hari raya biasanya terjadi inflasi. Hari ini kita siapkan paket sembako dengan harga subsidi, dari harga normal Rp90 ribu menjadi Rp50 ribu saja per paket,” ujar Krisantus saat meninjau kegiatan.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Sejak pagi, masyarakat sudah mengantre untuk mendapatkan paket sembako tersebut. Bagi mereka, selisih harga Rp40 ribu sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur selama menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga : Sinergi Pusat-Daerah, Hunian dan UMKM Kalbar Dipacu
Meski demikian, Krisantus menegaskan pasar murah hanya menjadi solusi jangka pendek dalam mengendalikan harga. Pemerintah, kata dia, perlu menyiapkan langkah strategis agar inflasi musiman dapat ditekan secara berkelanjutan.
Ia mendorong adanya sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memperkuat sentra produksi pangan di daerah.
“Ke depan, diperlukan langkah yang lebih terintegrasi. Penguatan sentra produksi kebutuhan pokok di Kalimantan Barat sangat penting agar ketersediaan stok bahan pokok tetap aman tanpa harus bergantung penuh pada pasokan luar daerah,” tegasnya.
Krisantus berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sambas dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan produksi lokal yang kuat, fluktuasi harga saat Ramadan maupun Idulfitri diharapkan dapat ditekan secara lebih permanen.
Selain itu, pemerintah juga terus memantau distribusi dan ketersediaan stok bahan pokok di lapangan agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga oleh pihak-pihak tertentu.*
