BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat koordinasi dengan para distributor guna memastikan ketersediaan bahan pokok dan energi tetap aman di pasaran.
Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, di Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Rabu (11/3/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan stok bahan pokok dan bahan penting menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat momen Lebaran.
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah bersama distributor membahas kondisi distribusi bahan pangan di berbagai wilayah di Kalimantan Barat.
Sekda Kalbar Harisson menegaskan bahwa koordinasi dengan para distributor sangat penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan stok pangan tetap tersedia.
“Pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi yang kuat. Karena itu kami memerlukan masukan langsung dari para distributor terkait kondisi distribusi bahan pokok di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha akan membantu menjaga stabilitas pasar serta mencegah kepanikan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Selain memantau stok pangan, rapat tersebut juga membahas potensi kendala distribusi logistik.
Sebagian besar pasokan komoditas di Kalimantan Barat masih bergantung pada jalur transportasi laut. Karena itu, pemerintah daerah menyoroti pentingnya kelancaran jadwal kapal serta ketersediaan armada angkutan darat untuk mendistribusikan barang ke berbagai daerah.
Baca Juga : Wagub Krisantus Ajak Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Silaturahmi
Dengan pemetaan kendala sejak awal, pemerintah berharap tidak terjadi gangguan distribusi yang dapat memicu kelangkaan barang di pasar.
Selain bahan pangan, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi seperti BBM dan LPG tetap mencukupi selama periode Idulfitri.
Pemprov Kalbar akan meningkatkan pengawasan di lapangan untuk mengantisipasi potensi penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Melalui koordinasi yang intensif antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha, diharapkan masyarakat di Kalimantan Barat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan barang maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.*
