Hiswana Migas Soroti Antrean Panjang BBM, Usul Solusi Darurat

Sekretaris Hiswana Migas Kalbar Harry A Daya soroti antrean panjang BBM di Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kepanikan warga terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat, terutama di Kota Pontianak, Jumat (20/3). Warga berbondong-bondong mengisi tangki kendaraan hingga penuh, menyebabkan penumpukan kendaraan di hampir seluruh SPBU.

Sekretaris Hiswana Migas Kalbar, Harry A Daya, menyarankan agar tim gabungan pengawasan migas bentukan Pemerintah Provinsi Kalbar segera turun ke lapangan untuk mencari solusi cepat. Tim tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, Harry mengungkapkan bahwa kondisi serupa pernah terjadi sekitar delapan tahun lalu. Saat itu, antrean panjang dipicu keterlambatan pengiriman BBM dari kapal tanker ke depot Pertamina di Kalbar.

“Solusi saat itu adalah penjualan darurat di luar SPBU menggunakan mobil tangki yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis. Harga tetap mengikuti SPBU dengan alat ukur manual,” jelasnya.

Baca Juga : Krisantus: BBM Tak Langka, Antrean SPBU Dipicu Kepanikan

Menurut Harry, berapa pun pasokan BBM yang didistribusikan ke SPBU saat ini tidak akan mencukupi selama pola konsumsi masyarakat masih tinggi.

Selain antrean panjang, hampir seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengisi bahan bakar hingga penuh. Kondisi ini juga dipicu meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Fitri.

Sebagai langkah darurat, ia juga mengusulkan agar pemerintah memberikan kelonggaran kepada kios BBM milik warga, termasuk “Pertamini”, untuk kembali beroperasi guna membantu distribusi.

“Kios BBM bisa mengurai konsentrasi antrean agar tidak terpusat di SPBU saja. Namun, harus ada aturan tegas, terutama terkait harga yang tidak boleh melebihi Rp15.000 per liter,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut perlu diatur secara jelas, termasuk pendataan dan penentuan sasaran oleh tim pengawasan migas bersama aparat, pengelola SPBU, dan Pertamina. Langkah ini bersifat sementara hingga kondisi kembali normal.

Baca Juga : Wali Kota Edi Tinjau Depot Pertamina, Pastikan Distribusi BBM Lancar

Menurut Harry, keberadaan kios BBM memiliki manfaat besar, terutama dalam menjangkau masyarakat hingga ke desa dan daerah pelosok. Selain itu, kios tersebut dapat beroperasi selama 24 jam dan membantu mengurangi beban antrean di SPBU.

“Jika kios-kios ini ditutup, maka ribuan kendaraan, khususnya sepeda motor, akan beralih dan menumpuk di SPBU,” ujarnya.

Di sisi lain, Harry juga mengingatkan pengelola SPBU agar tidak melakukan praktik kecurangan. Ia mengaku menerima laporan adanya dugaan kerja sama tidak sehat antara oknum SPBU dan pihak tertentu.

“Jika ada SPBU yang masih melakukan pelanggaran atau bekerja sama dengan oknum, segera laporkan kepada saya,” tegasnya. *

Pemprov Kalbar dan BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla bersama Kepala BNPB di Posko Utama Karhutla Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Gubernur Ria Norsan Terima PERHIPTANI Kalbar, Fokus Perkuat Penyuluh dan Petani

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan menerima audiensi Pengurus PERHIPTANI Kalbar di Kantor Gubernur untuk membahas penguatan penyuluh pertanian dan kesejahteraan petani.

Wagub Krisantus Ajak ASN Bantu Penuhi Kebutuhan Darah di Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan meninjau kegiatan donor darah ASN di BPSDM Provinsi Kalbar untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah.

Pemprov Kalbar Percepat Pengerukan Alur Sungai Kapuas Demi Kelancaran Logistik

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan memimpin rapat koordinasi percepatan pengerukan alur pelayaran Sungai Kapuas di Kubu Raya.

Gubernur Ria Norsan Bekali 27 CPNS IPDN, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan pembekalan kepada 27 CPNS lulusan IPDN Angkatan XXXIII di Kantor Gubernur Kalbar.

Gubernur Ria Norsan Resmikan Open API Bank Kalbar, Percepat Digitalisasi Pajak Daerah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan meresmikan Open API Bank Kalbar dan QRIS Dinamis MPM dalam High-Level Meeting TP2DD di Pontianak.

berita terkini