Hamas Tolak Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Gencatan Senjata

juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pernyataan terkait penolakan pelucutan senjata di Gaza.

BERIKABARNEWS l – Ketegangan diplomasi di Jalur Gaza kembali meningkat. Kelompok Hamas menegaskan penolakan untuk membahas pelucutan senjata sebelum Israel menjalankan secara penuh fase pertama gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara sayap militer Hamas, dalam siaran televisi pada Minggu (5/4/2026). Ia menilai pembahasan pelucutan senjata pada tahap ini sebagai langkah yang tidak dapat diterima.

Isu pelucutan senjata menjadi kendala utama dalam rencana “Dewan Perdamaian” yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump. Rencana tersebut bertujuan memperkuat gencatan senjata yang sebelumnya menghentikan pertempuran besar di Gaza.

Namun, Hamas menegaskan tidak akan membuka pembahasan terkait persenjataan tanpa adanya jaminan konkret dari pihak Israel.

“Apa yang coba didorong melalui mediator sangat berbahaya,” tegasnya.

Hamas menilai dorongan pelucutan senjata di tengah proses yang belum tuntas sebagai upaya melemahkan posisi Palestina. Mereka bahkan menyebutnya sebagai langkah yang dapat memperparah penderitaan warga Gaza.

Baca Juga : Serangan Israel ke Beirut Memanas, Lebanon Terancam Krisis Kemanusiaan

Sejumlah tuntutan utama yang disampaikan Hamas antara lain penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pelaksanaan fase pertama kesepakatan secara utuh, serta jaminan keamanan bagi warga sipil yang terdampak konflik.

Meski pernyataan disampaikan dengan tegas, belum ada kepastian apakah sikap tersebut merupakan penolakan final terhadap rencana pelucutan senjata yang didukung Amerika Serikat.

Sejak konflik memuncak pada Oktober lalu, kondisi di Gaza masih jauh dari stabil. Kerusakan infrastruktur dan gelombang pengungsian besar menjadi dampak utama dari pertempuran tersebut.

Di tengah gencatan senjata yang berlangsung, kedua pihak masih saling menuding pelanggaran kesepakatan. Hamas kini mendesak para mediator untuk menekan Israel agar memenuhi komitmen fase pertama sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Hingga kini, pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait sikap terbaru dari Hamas tersebut.*

 

Sumber :

Reuters

Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka

BERIKABARNEWS l – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri...

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait tuntutan pembukaan jalur pelayaran strategis. (Foto: x.com/OilHeadlineNews)

Iran Kembali Ancam Infrastruktur Kawasan di Tengah Krisis Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran kembali mengeluarkan peringatan...

Iran memperingatkan keamanan infrastruktur kawasan di tengah krisis dan pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz. (Foto: x.com/HormuzLetter)

Ledakan di Athena Tewaskan Enam Orang, Empat Wisatawan AS

BERIKABARNEWS l ATHENA – Ledakan hebat mengguncang sebuah...

Tim penyelamat mencari korban ledakan bangunan di Athena. (Foto: x.com/WW3Watchtower)

Zelenskyy Ungkap Trump Setujui Produksi Rudal Patriot di Ukraina

BERIKABARNEWS l KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap persetujuan Trump terkait produksi rudal Patriot di Ukraina. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Iran Ancam Perluas Front Perang, Samudra Hindia Jadi Sasaran Berikutnya

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran mengancam memperluas front...

Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang mengancam perluasan konflik hingga Samudra Hindia. (Foto: x.com/REDSOCIALCODI)

Riyadh Diserang Rudal Houthi, AS Keluarkan Peringatan Eskalasi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan...

Kepulan asap terlihat setelah serangan rudal dan drone menyasar wilayah Riyadh, Arab Saudi. (Foto: x.com/theinformant_x)

berita terkini