Harga Avtur Naik, Pemerintah Sesuaikan Tiket Pesawat dengan Subsidi PPN

Pesawat komersial di bandara sebagai ilustrasi kenaikan harga tiket akibat lonjakan avtur dan kebijakan subsidi PPN.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah resmi menyesuaikan tarif tiket pesawat menyusul lonjakan harga avtur di pasar global. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan komponen biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge (FS) menjadi 38 persen.

Meski demikian, pemerintah memastikan kenaikan harga tiket di tingkat konsumen tetap terkendali, yakni hanya berkisar antara 9 hingga 13 persen. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan daya beli masyarakat.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan domestik.

“Kebijakan ini dirancang agar industri tetap berjalan, namun masyarakat juga tetap terlindungi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Penyesuaian fuel surcharge ini menggantikan tarif sebelumnya, yakni 10 persen untuk pesawat jet dan 25 persen untuk pesawat baling-baling (propeller).

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga memberikan stimulus fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Program ini didukung anggaran sebesar Rp2,6 triliun selama dua bulan, atau sekitar Rp1,3 triliun per bulan. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa penghapusan bea masuk suku cadang pesawat guna menekan biaya operasional maskapai.

Baca Juga : Stok Beras Nasional Tembus 4,5 Juta Ton

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa biaya avtur menyumbang hingga 40 persen dari total operasional maskapai.

Menurutnya, lonjakan harga energi global dipicu oleh kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, sehingga berdampak pada industri penerbangan di berbagai negara.

“Fenomena ini terjadi secara global. Namun, pemerintah berupaya agar kenaikan harga tiket tetap terkendali,” jelasnya.

Dengan kombinasi penyesuaian tarif dan subsidi fiskal tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Indonesia tetap terjaga, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.*

 

Sumber :

InfoPublik.id

Menkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kebijakan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 di Jakarta.

Rating Gim Tak Akurat, Kemkomdigi Selidiki Steam

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital...

Kemkomdigi selidiki rating gim Steam.

Stok Beras Nasional Tembus 4,5 Juta Ton

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kabar positif datang dari...

Mentan Amran cek stok beras nasional 4,5 juta ton di gudang Bulog, (5/4/2026).

WFH Jumat Komdigi Resmi Berlaku, Meutya: Bukan Hari Libur Tambahan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kebijakan Work From Home...

Meutya Hafid tegaskan WFH Komdigi bukan hari libur tambahan.

Penghormatan Terakhir Prabowo untuk 3 Prajurit Gugur di Lebanon

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti Indonesia...

Presiden Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah tiga prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta.

Hari Nelayan Nasional 2026, Apresiasi Peran Nelayan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Indonesia kembali memperingati Hari...

Ilustrasi - Aktivitas nelayan Indonesia melaut.

berita terkini