BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Duo folk-pop asal Pontianak, Manjakani, resmi memulai perjalanan musikal terbaru mereka melalui rangkaian “Kami Berlayar Tur 2026” Part I. Tur ini tak hanya menghadirkan konser, tetapi juga menjadi ruang berbagi karya sekaligus edukasi bagi generasi muda di berbagai daerah Kalimantan Barat.
Rangkaian tur dijadwalkan berlangsung mulai akhir April hingga pertengahan Juni 2026. Taufan dan Nabilla akan menempuh perjalanan darat menyusuri sejumlah kota, membawa album kedua mereka yang bertajuk self-titled (s/t) untuk diperkenalkan secara lebih dekat dan personal kepada para pendengar.
Tajuk “Kami Berlayar” dipilih sebagai simbol perjalanan batin manusia dalam menghadapi dinamika kehidupan, mulai dari kehilangan, harapan, hingga relasi antarmanusia.
Lewat tur ini, Manjakani ingin menghadirkan warna baru dalam musik mereka sekaligus memperluas jangkauan audiens lintas daerah di Kalimantan Barat.
Dalam pelaksanaannya, Manjakani menggandeng Toko Kami, jaringan kedai kopi asal Pontianak, sebagai mitra utama. Seluruh pertunjukan akan digelar di outlet Toko Kami di tiap kota, menghadirkan suasana hangat dan intim tanpa sekat antara musisi dan penonton.
Tak hanya tampil di panggung musik, Manjakani juga membawa misi edukatif. Di setiap kota yang disinggahi, mereka akan menggelar lokakarya penulisan lagu di sejumlah SMA.
Nabilla Syafani menegaskan, kegiatan ini menjadi cara mereka berbagi pengalaman kepada pelajar.
“Kami ingin berbagi sedikit ilmu dalam menulis lagu dan pengalaman yang mudah-mudahan bermanfaat bagi adik-adik siswa di sekolah,” ujarnya.
Baca Juga : Record Store Day Pontianak 2026 Digelar Lagi, Sajikan Pasar Musik hingga Diskusi
Hal senada disampaikan Muhammad Taufan yang melihat tur ini sebagai kesempatan membangun koneksi baru dengan pendengar.
“Tidak sabar ingin memainkan materi album baru ke teman-teman di berbagai daerah,” katanya.
Dalam perjalanan “Kami Berlayar Tur 2026” Part I, Manjakani dijadwalkan menyambangi Singkawang pada 30 April, kemudian Sambas pada 1 Mei, dilanjutkan ke Sekadau pada 7 Mei, serta Sintang pada 8 hingga 9 Mei.
Tur berlanjut ke Kubu Raya pada 12 hingga 13 Mei, sebelum akhirnya ditutup di Pontianak pada 11 hingga 12 Juni.
Perjalanan ini juga menjadi eksplorasi fisik melintasi bentang alam Kalimantan Barat melalui jalur darat.
Selain membawakan lagu-lagu terbaru, Manjakani turut menyiapkan merchandise eksklusif yang hanya tersedia selama rangkaian tur berlangsung.
Kesuksesan tur ini didukung oleh sejumlah mitra, di antaranya deMajors sebagai distributor album dan IM3 sebagai mitra konektivitas, serta dukungan teknis dari Artozh, Semari Bahari, Brother Transport, Levelup Graphix, dan MM Sound System.
Dengan konsep yang memadukan konser musik, interaksi hangat di kedai kopi, serta kegiatan edukatif di sekolah, “Kami Berlayar Tur 2026” diproyeksikan menjadi salah satu gerakan kreatif yang berkesan di Kalimantan Barat tahun ini. (ndo)
