BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa pengelolaan arsip yang baik bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi penting bagi pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi dan Pembinaan Tindak Lanjut Pengawasan Kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Harisson mengajak seluruh perangkat daerah untuk mengubah cara pandang terhadap arsip. Ia menilai, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen yang disimpan di gudang, melainkan memori kolektif yang memiliki nilai hukum dan menjadi rujukan penting dalam pengambilan kebijakan.
“Kearsipan bukan sekadar urusan menumpuk kertas di gudang. Tanpa pengelolaan yang andal, kita akan sulit menjamin informasi autentik untuk melindungi hak keperdataan rakyat maupun kepentingan negara,” tegasnya.
Ia kemudian memaparkan hasil pengawasan internal kearsipan tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Secara umum, capaian kinerja menunjukkan tren positif, meski masih ada sejumlah perangkat daerah yang perlu melakukan pembenahan serius. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar tata kelola arsip semakin tertib dan sesuai standar.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Genjot PAD Kalbar dengan Strategi Pembiayaan Kreatif
Harisson juga menekankan bahwa pengawasan kearsipan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah evaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi nasional. Ia mengingatkan, kualitas kearsipan memiliki dampak langsung terhadap nilai Reformasi Birokrasi.
“Jika kinerja kearsipan rendah, maka nilai Reformasi Birokrasi kita secara keseluruhan pun akan terdampak,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Harisson mendorong adanya komitmen kuat dari pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Ia berharap, arsip yang tertata dengan baik dapat mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan akurat.
“Mari kita berbenah. Wujudkan tata kelola yang bersih dan berwibawa melalui arsip yang terintegrasi,” pungkasnya.*
